
🏠 Beranda › Berita › emas Bertahan di $4.300, Lonjakan Minyak…
Emas Bertahan di $4.300, Lonjakan Minyak Perkuat Peluang Fed Hike
- gangguan pasokan minyak Timur Tengah meningkatkan kekhawatiran inflasi
- GMT, harga spot emas naik 0,2% merupakan $4.306,86 per troy ounce
- relatif lebih mahal bagi investor yang menggunakan mata uang lain
- kembali menilai dampak lonjakan biaya energi kepada inflasi AS dan
- sekitar 92% bahwa Federal Reserve akan menaikkan suku bunga pada pertemuan
- dapat mengurangi minat jangka pendek kepada bullion, meskipun permintaan
- berasal dari market minyak setelah Arab Saudi menutup jalur pipa East-West
- Kondisi ini membuat jutaan barel pasokan harian berisiko terganggu dan menjaga
Harga emas bergerak relatif
stabil pada perdagangan Selasa setelah mengalami penurunan lebih dari 1% pada
sesi di awal. XAU/USD bertahan di sekitar $4.300 per troy ounce, ketika
gangguan pasokan minyak Timur Tengah meningkatkan kekhawatiran inflasi
gangguan pasokan minyak Timur Tengah meningkatkan kekhawatiran inflasi
sekaligus memperkuat ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve.
Pada pukul 22.06 ET atau 02.06
GMT, harga spot emas naik 0,2% merupakan $4.306,86 per troy ounce
GMT, harga spot emas naik 0,2% merupakan $4.306,86 per troy ounce. Sementara itu,
kontrak berjangka emas merosot tipis ke $4.346,65. Perak naik 0,3% merupakan $63,42,
sedangkan platinum relatif stabil di $1.764,36 per troy ounce.
Tekanan terhadap emas masih
datang dari kombinasi kenaikan harga minyak, tingginya yield Treasury AS, dan
penguatan dolar. Indeks Dolar AS mencapai naik ke 99,60, membuat emas merupakan
relatif lebih mahal bagi investor yang menggunakan mata uang lain
relatif lebih mahal bagi investor yang menggunakan mata uang lain.
Emas di awal turun lebih dari
1% pada Senin hingga menyentuh level terendah dalam lima pekan. Investor
kembali menilai dampak lonjakan biaya energi kepada inflasi AS dan
kembali menilai dampak lonjakan biaya energi kepada inflasi AS dan
kemungkinan respons kebijakan moneter The Fed.
Peringkat kini memperkirakan peluang
sekitar 92% bahwa Federal Reserve akan menaikkan suku bunga pada pertemuan
sekitar 92% bahwa Federal Reserve akan menaikkan suku bunga pada pertemuan
pekan ini. Kenaikan harga energi dinilai dapat mempertahankan tekanan inflasi,
sehingga memberikan alasan tambahan bagi bank sentral AS untuk memperketat
Suku bunga yang lebih tinggi
umumnya merupakan tekanan bagi emas karena logam mulia tidak memberikan imbal
hasil. Ketika yield obligasi meningkat, instrumen berbunga merupakan lebih menarik dan
dapat mengurangi minat jangka pendek kepada bullion, meskipun permintaan
dapat mengurangi minat jangka pendek kepada bullion, meskipun permintaan
investor untuk emas dalam jangka panjang masih memberikan dukungan.
Tekanan inflasi terbaru juga
berasal dari market minyak setelah Arab Saudi menutup jalur pipa East-West
berasal dari market minyak setelah Arab Saudi menutup jalur pipa East-West
menyusul serangkaian serangan pada pekan lalu. Jalur tersebut sejak awal
merupakan rute penting untuk mengalihkan ekspor minyak dari gangguan di Selat Hormuz.
Kondisi ini membuat jutaan barel pasokan harian berisiko terganggu dan menjaga
Kondisi ini membuat jutaan barel pasokan harian berisiko terganggu dan menjaga
harga energi tetap tinggi menjelang keputusan The Fed.(mrv)*
Sumber : Newsmaker.id
