Deal Hormuz Tersendat, Minyak Rebound
Harga
minyak kembali melonjak pada perdagangan Kamis (27/8) setelah muncul tanda bahwa
upaya diplomatik untuk mencapai kesepakatan mengenai Selat Hormuz menemui
hambatan. WTI Oktober naik 1,6% dan
hambatan. WTI Oktober naik 1,6% dan ditutup di US$83,53 per barel, sementara
Brent Oktober melonjak 2,1% ke US$89,70. Kontrak Brent November yang lebih
aktif naik 1,8% jatuh ke US$88,52 per barel.
Kenaikan
terjadi setelah laporan menyebut Presiden AS Donald Trump tidak tertarik
kembali ke ketentuan gencatan senjata Juni dengan Iran. Perkembangan itu
memudarkan harapan bahwa kesepakatan Iran-Oman mengenai
memudarkan harapan bahwa kesepakatan Iran-Oman mengenai pengelolaan Hormuz
dapat segera berkembang jatuh ke kesepakatan yang lebih luas dengan Washington
dan membuka arus minyak secara penuh.
Diplomasi
regional sebenarnya masih berlangsung. Perdana Menteri Qatar bertemu negosiator
utama Iran Mohammad Bagher Ghalibaf untuk mencari kondisi yang memungkinkan
pembicaraan dengan AS kembali dimulai. Namun,
pembicaraan dengan AS kembali dimulai. Namun, Teheran berulang kali menegaskan
bahwa kesepakatan mengenai navigasi tidak otomatis berarti Hormuz langsung
dibuka sepenuhnya.
Washington
juga tetap mempertahankan tekanan. Gedung Putih menyatakan AS sekarang tidak
sedang bernegosiasi dengan Iran dan blokade bagi pelabuhan Iran akan tetap
berlaku. Kondisi tersebut membuat market enggan
berlaku. Kondisi tersebut membuat market enggan terlalu cepat memangkas premi
risiko geopolitik setelah beberapa upaya gencatan senjata di awal gagal
bertahan.
Meski
demikian, sebagian pasokan sudah mulai bergerak melalui Selat Hormuz. Pelaku
peringkat memperkirakan sekitar 6 juta–8 juta barel per hari kini melintasi jalur
tersebut, membantu menahan lonjakan harga. Namun,
tersebut, membantu menahan lonjakan harga. Namun, risiko keamanan tetap tinggi
setelah sebuah tanker dilaporkan terkena proyektil yang belum diketahui asalnya
di kawasan Hormuz.
Analisis
Newsmaker: rebound minyak memaparkan market masih sangat sensitif bagi
setiap perkembangan diplomasi AS-Iran. Selama kesepakatan permanen Hormuz belum
tercapai dan blokade AS masih berlaku,
tercapai dan blokade AS masih berlaku, Brent berpeluang mempertahankan premi
risiko geopolitik. Area US$90 kembali merupakan level penting; penembusan kuat
dapat membuka ruang kenaikan lanjutan, sementara kemajuan diplomatik baru atau
peningkatan arus kapal dapat kembali menekan
peningkatan arus kapal dapat kembali menekan harga. (arl)
Sumber:
Newsmaker.id
📰 Sumber asli: Newsmaker.id
📈 Mulai Trading Sekarang
Bergabung dengan PT Bestprofit Futures — broker resmi Bappebti untuk perdagangan berjangka komoditi.
