
🏠 Beranda › Berita › Gold Naik Tipis, Jelang Pidato Kevin War…
Gold
Gold Naik Tipis, Jelang Pidato Kevin Warsh
- US$4.607,47 per troy ons, sementara kontrak
- menyentuh level tertinggi lebih dari tiga
- mengenai seberapa agresif The Fed akan
- Presiden Fed Kansas City Jeffrey Schmid
- berada di 3,7% secara tahunan, masih
- kenaikan suku bunga pada September, sementara
- arah jangka pendek sangat bergantung pada
- lebih kuat, gold berpeluang kembali menguji
Harga emas bergerak mengalami kenaikan tipis pada perdagangan Jumat
(28/8) ketika investor memilih berhati-hati menjelang pidato Ketua Federal
Reserve Kevin Warsh di simposium Jackson Hole. Spot gold naik sekitar 0,1% ke
US$4.607,47 per troy ons, sementara kontrak
US$4.607,47 per troy ons, sementara kontrak emas berjangka AS relatif stabil di
US$4.661,20.
Koreksi emas cenderung terbatas setelah sejak lama
menyentuh level tertinggi lebih dari tiga
menyentuh level tertinggi lebih dari tiga bulan di US$4.696,18 pada Selasa.
Reli tersebut dipicu oleh langkah Departemen Keuangan AS memberikan dukungan
bagi market obligasi tenor panjang, yang sempat menekan yield dan dolar
sekaligus meningkatkan daya tarik bullion.
Fokus utama market kini tertuju pada Warsh yang
dijadwalkan berbicara sekitar 14.00 GMT. Investor akan mencari petunjuk
mengenai seberapa agresif The Fed akan
mengenai seberapa agresif The Fed akan merespons tekanan inflasi, terutama
setelah beberapa pejabat bank sentral mempertahankan nada hawkish menjelang
pidato tersebut.
Presiden Fed Kansas City Jeffrey Schmid
Presiden Fed Kansas City Jeffrey Schmid dan Presiden Fed
Cleveland Beth Hammack kembali menegaskan perlunya kenaikan suku bunga untuk
mengendalikan inflasi. Sikap tersebut mendapat dukungan dari data PCE Juli yang
berada di 3,7% secara tahunan, masih
berada di 3,7% secara tahunan, masih jauh di atas target inflasi The Fed
sebesar 2%.
Peringkat di tengah memperhitungkan sekitar 34% peluang
kenaikan suku bunga pada September, sementara
kenaikan suku bunga pada September, sementara peluang kenaikan sebelum Desember
berada di sekitar 74,2%. Kondisi ini jatuh ke tantangan bagi emas karena tingkat
suku bunga yang lebih tinggi meningkatkan opportunity cost memegang komoditi yang
tidak memberikan imbal hasil.
Analisis Newsmaker: gold
sekarang berada dalam fase wait and see dengan bias tetap konstruktif, tetapi
arah jangka pendek sangat bergantung pada
arah jangka pendek sangat bergantung pada nada Warsh. Jika pidatonya lebih
hawkish dan menegaskan peluang rate hike, emas berpotensi kembali tertekan ke
bawah US$4.600. Sebaliknya, jika Warsh tidak memberikan sinyal pengetatan yang
lebih kuat, gold berpeluang kembali menguji
lebih kuat, gold berpeluang kembali menguji US$4.650 hingga US$4.700.(yds)
