Minyak Jelantah Jangan Dibuang! Bisa Ditukar Jadi Cuan di SPBU Pertamina

📅 2026-08-28
🕐 17:03
📰 Sumber: Detik Finance

Minyak jelantah atau minyak goreng bekas ternyata bisa menghasilkan cuan. Pertamina menyediakan fasilitas UCollect Box yang memungkinkan masyarakat menukarkan minyak jelantah sekaligus mendapatkan bayaran.

Perwira Subholding Downstream Pertamina, Yoga Pratama, menuturkan masyarakat bisa mencari lokasi UCollect Box melalui aplikasi MyPertamina. Fasilitas tersebut tersedia di sejumlah SPBU.

Masyarakat cukup membawa minyak jelantah yang sudah dikumpulkan ke lokasi UCollect Box. Setelah minyak dimasukkan ke dalam mesin, jumlahnya akan diukur secara otomatis. Setelah itu, saldo akan masuk ke e-wallet yang didaftarkan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Nanti ada namanya sustainability corner -nya di situ, jadi tinggal dipilih saja. Kalau di Jabodetabek di Abdul Muis ada, Fatmawati," kata Yoga dalam Pertamina Talks Episode 2 bertema 'Hobi Jaga Bumi, Eh Jadi Profesi' di Menara Bank Mega, Jakarta Selatan, Kamis (27/8/2026).

Harga minyak jelantah yang dikumpulkan masyarakat disebut bisa mencapai Rp 4.000-Rp 5.000 per liter. Artinya, jika seseorang mengumpulkan 10 liter minyak jelantah dengan harga Rp 5.000 per liter, cuan yang didapat mencapai Rp 50.000. Sementara jika berhasil mengumpulkan 100 liter, nilainya bisa mencapai Rp 500.000.

" Bayangin , bisa sampai Rp

" Bayangin , bisa sampai Rp 4 ribu, sampai Rp 5 ribu. Jadi kalau misalnya 10 liter, itu sudah bisa Rp 50 ribu, atau 100 liter, Rp 500 ribu. Kumpulin aja itu," ujar Yoga.

Selain menghasilkan cuan, pengumpulan minyak jelantah juga membantu mengurangi dampak bagi lingkungan. Minyak bekas yang dibuang sembarangan ke saluran air dapat mencemari lingkungan dan mengganggu ekosistem.

Alih-alih merupakan limbah, minyak jelantah yang dikumpulkan kemudian dapat dimanfaatkan kembali sebagai bahan baku energi. Pertamina mengolahnya menjadi bahan bakar nabati, salah satunya Sustainable Aviation Fuel (SAF) atau bahan bakar penerbangan berkelanjutan.

"Daripada dibuang ke saluran air, ngerusak

"Daripada dibuang ke saluran air, ngerusak ekosistem, ini nanti bisa jadi bahan-bakar nabati. Kalau di Pertamina itu istilah kerennya ada bioavtur, namanya sustainable aviation fuel ," tutur Yoga.

Sementara itu, Sustainable Energy Expert sekaligus pendiri Komodo Water, Shana Fatina, menyatakan skema tersebut merupakan bagian dari konsep ekonomi sirkular. Dalam konsep ini, barang yang sejak lama dianggap sebagai limbah dikumpulkan dan diolah kembali sehingga memiliki nilai ekonomi.

"Ini seperti sesuatu yang sudah dinantikan sejak dulu.Karena kalau dalam proses standar itu, ada sirkular ekonomi. Jadi siapa yang produksi, kemudian harus ada yang mengolah kembali. Dalam industri minyak jelantah ini, yang bisa dan berpeluang untuk jatuh ke off-taker-nya, adalah perusahaan seperti Pertamina," imbuh Shana.

Menurutnya, program pengumpulan minyak jelantah juga

Menurutnya, program pengumpulan minyak jelantah juga dapat membuka peluang green jobs, mulai dari pengumpul minyak, pengangkut, hingga pengemudi yang membawa minyak ke pusat pengumpulan.

Tonton juga video "Inovasi Minyak Goreng Bekas Jadi Biodiesel-Bahan Bakar Pesawat"

[Gambas:Video 20detik]

Disclaimer: Artikel ini dikutip dari sumber berita untuk tujuan informasi. Segala keputusan investasi harus berdasarkan pertimbangan matang dan berkonsultasi dengan penasihat keuangan yang kompeten.

📰 Sumber asli: Detik Finance

📈 Mulai Trading Sekarang

Bergabung dengan PT Bestprofit Futures — broker resmi Bappebti untuk perdagangan berjangka komoditi.

📰 Artikel bersumber dari sumber berita terpercaya • Diterbitkan oleh PT Bestprofit Futures

By IT EF