Minyak Dunia Bangkit, Serangan Kapal Tanker Picu Kekhawatiran Pasokan!
🏠 Beranda › Berita › Minyak Dunia Bangkit, Serangan Kapal Tan…
Oil
- gangguan pasokan energi internasional
- hampir 4% pada Kamis
- United Kingdom Maritime Trade Operations (UKMTO) melaporkan sedikitnya lima
- terpisah setelah mencoba melintasi jalur yang tidak mendapat izin
- terendah sejak 31 Agustus
- penghentian perang AS-Israel dengan Iran
- Tengah masih berlangsung di tengah meningkatnya ancaman kepada pengiriman
- diplomasi serta stabilitas kawasan
- terbesar di negara tersebut, dilaporkan merupakan sasaran serangan pesawat
- penurunan harga yang tajam
- berlanjut dan jalur pengiriman minyak semakin terganggu, harga Brent dan WTI
Harga minyak dunia kembali
mengalami kenaikan pada perdagangan Asia, Jumat (6/11/2026), setelah serangkaian serangan
kepada kapal tanker di Timur Tengah meningkatkan kekhawatiran mengenai
gangguan pasokan energi internasional
gangguan pasokan energi internasional. Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI)
naik 0,7% merupakan US$91,14 per barel, melanjutkan pemulihan setelah mengalami kenaikan
2,7% pada perdagangan sejak lama. Sementara itu, minyak Brent mencatat kenaikan
hampir 4% pada Kamis
hampir 4% pada Kamis. Meski mengalami pemulihan, kedua acuan minyak tersebut
masih berada di jalur penurunan mingguan yang tajam, dengan Brent ditaksir
turun lebih dari 15% dan WTI sekitar 12%.
Kenaikan harga minyak dipicu oleh
meningkatnya risiko keamanan jalur pelayaran di kawasan Timur Tengah, terutama
Selat Hormuz yang merupakan salah satu jalur utama distribusi energi dunia.
United Kingdom Maritime Trade Operations (UKMTO) melaporkan sedikitnya lima
United Kingdom Maritime Trade Operations (UKMTO) melaporkan sedikitnya lima
insiden yang melibatkan kapal sejak Minggu. Garda Revolusi Iran juga menyatakan
bahwa dua kapal tanker minyak dan sebuah kapal tunda terbakar dalam insiden
terpisah setelah mencoba melintasi jalur yang tidak mendapat izin
terpisah setelah mencoba melintasi jalur yang tidak mendapat izin. Di sisi
lain, Arab Saudi memperingatkan potensi ancaman keamanan di sekitar Yanbu,
pusat ekspor minyak di Laut Merah, bersamaan berlanjutnya serangan kelompok
Houthi yang bersekutu dengan Iran.
Sejak awal, harga minyak sempat
mengalami kejatuhan lebih dari 8% pada Rabu hingga mencapai level penutupan
terendah sejak 31 Agustus
terendah sejak 31 Agustus. Penurunan tersebut terjadi setelah kemenangan Partai
Demokrat dalam pemilu sela Amerika Serikat meningkatkan harapan bahwa tekanan
politik kepada pemerintahan Presiden Donald Trump dapat mempercepat upaya
penghentian perang AS-Israel dengan Iran
penghentian perang AS-Israel dengan Iran. Namun, optimisme tersebut mulai
berkurang karena perubahan keseimbangan politik di Washington belum menjamin
tercapainya kesepakatan damai ataupun pemulihan distribusi minyak melalui Selat
Hormuz. Ketidakpastian ini membuat pelaku peringkat kembali memperhitungkan risiko
gangguan pasokan energi.
Upaya diplomasi di kawasan Timur
Tengah masih berlangsung di tengah meningkatnya ancaman kepada pengiriman
Tengah masih berlangsung di tengah meningkatnya ancaman kepada pengiriman
minyak. Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi dilaporkan melakukan pembicaraan
melalui telepon dengan mitranya dari Arab Saudi dan Qatar mengenai perkembangan
diplomasi serta stabilitas kawasan
diplomasi serta stabilitas kawasan. Sementara itu, risiko pasokan juga muncul
dari konflik Rusia-Ukraina setelah Ukraina kembali melancarkan serangan
kepada fasilitas pengolahan minyak Rusia. Kilang Ryazan, salah satu kilang
terbesar di negara tersebut, dilaporkan merupakan sasaran serangan pesawat
terbesar di negara tersebut, dilaporkan merupakan sasaran serangan pesawat
nirawak pada malam hari. Perkembangan ini meningkatkan kekhawatiran kepada
potensi gangguan produksi dan distribusi energi di bursa internasional.
Newsmaker mencatat, kenaikan harga minyak
mencerminkan bahwa risiko gangguan pasokan masih merupakan perhatian utama
investor, meskipun harapan penyelesaian konflik Timur Tengah sempat memicu
penurunan harga yang tajam
penurunan harga yang tajam. Serangan kepada kapal tanker, ancaman terhadap
jalur distribusi Selat Hormuz, serta gangguan fasilitas energi Rusia berpotensi
menjaga volatilitas harga minyak dalam jangka pendek. Jika serangan terus
berlanjut dan jalur pengiriman minyak semakin terganggu, harga Brent dan WTI
berlanjut dan jalur pengiriman minyak semakin terganggu, harga Brent dan WTI
berpeluang kembali naik. Sebaliknya, kemajuan diplomasi antara AS dan Iran
yang disertai pemulihan distribusi energi dapat mengurangi kekhawatiran pasokan
dan kembali menekan harga minyak dunia.
📈 Mulai Trading Sekarang
Bergabung dengan PT Bestprofit Futures — broker resmi Bappebti untuk perdagangan berjangka komoditi.
📰 Sumber asli: newsmaker
Panduan & Informasi Resmi
Sumber
Artikel ini mengutip laporan newsmaker . Judul dan penyuntingan disesuaikan untuk pembaca Indonesia.
Peringatan Risiko
Perdagangan berjangka komoditi berisiko tinggi dan dapat menyebabkan kerugian melebihi dana awal. Materi ini bersifat informasi, bukan rekomendasi atau ajakan bertransaksi.
