Brent Rebound, Konflik Iran Jadi Sorotan

🏠 Beranda › Berita › Brent Rebound, Konflik Iran Jadi Sorotan
Oil
Harga minyak kembali naik pada Kamis (5/11) untuk pertama kalinya dalam empat sesi. Brent naik ke sekitar US$95,40 per barel, sementara WTI berada di kisaran US$89,50 per barel, setelah keduanya sejak awal anjlok lebih dari 8% ke level terendah hampir dua bulan.
Kenaikan tersebut terjadi ketika investor menilai apakah kemenangan besar Demokrat dalam pemilu paruh waktu AS dapat meningkatkan peluang penyelesaian diplomatik konflik dengan Iran. Hasil pemilu dinilai dapat membatasi ruang politik pemerintahan Trump untuk melanjutkan eskalasi militer.
Wakil Presiden AS JD Vance menyatakan kekecewaan pemilih kepada konflik Iran dan hubungan AS dengan Israel turut berkontribusi terhadap kekalahan Partai Republik. Sejak lama, Trump juga mengatakan tidak memiliki rencana segera untuk meningkatkan serangan militer.
Namun, risiko kepada pasokan minyak masih tetap tinggi meskipun ekspor dari negara-negara produsen Teluk mulai pulih. Bursa masih mewaspadai kemungkinan gangguan pengiriman energi apabila konflik kembali meningkat.
Kekhawatiran tersebut bertambah setelah Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyatakan dua kapal tanker minyak dan sebuah kapal tunda terbakar dalam insiden terpisah setelah diduga mencoba melewati rute tidak resmi di Selat Hormuz.
Selat Hormuz merupakan jalur penting bagi pengiriman minyak dari kawasan Teluk. Gangguan kepada jalur tersebut berpotensi menghambat pasokan dunia dan kembali meningkatkan premi risiko geopolitik pada harga minyak.
Analisa Newsmaker: rebound minyak di tengah lebih mencerminkan penyesuaian setelah aksi jual tajam sekaligus kekhawatiran kepada risiko pasokan. Harapan diplomasi AS-Iran dapat menahan kenaikan harga, tetapi setiap eskalasi baru di sekitar Selat Hormuz berpotensi kembali mendorong harga minyak lebih tinggi. (arl)
Sumber : Newsmaker.id
📈 Mulai Trading Sekarang
Bergabung dengan PT Bestprofit Futures — broker resmi Bappebti untuk perdagangan berjangka komoditi.
📰 Sumber asli: newsmaker
Panduan & Informasi Resmi
Sumber
Artikel ini mengutip laporan newsmaker . Judul dan penyuntingan disesuaikan untuk pembaca Indonesia.
Peringatan Risiko
Perdagangan berjangka komoditi berisiko tinggi dan dapat menyebabkan kerugian melebihi dana awal. Materi ini bersifat informasi, bukan rekomendasi atau ajakan bertransaksi.
