Brent Anjlok 4%, Harapan Damai AS-Iran Tekan Harga MInyak

🏠 Beranda › Berita › Brent Anjlok 4%, Harapan Damai AS-Iran T…
Oil
Harga minyak merosot lebih dari 4% pada Senin (2/11) setelah pembicaraan antara pejabat Iran dan Qatar kembali meningkatkan harapan tercapainya kesepakatan untuk mengakhiri konflik AS-Iran. Brent turun 4,2% ke US$108,64 per barel, sementara WTI merosot 4,2% ke US$99,71 per barel.
Penurunan terjadi setelah negosiator Iran meninggalkan pembicaraan dengan mediator Qatar. Sebuah rancangan proposal disebut tengah diedarkan dan pertemuan lanjutan masih memungkinkan. Perkembangan tersebut meredakan kekhawatiran market kepada potensi gangguan pasokan minyak dari kawasan Timur Tengah.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi menuturkan pembicaraan yang sedang berlangsung bertujuan melanjutkan konsultasi dengan mediator Qatar. Tehran juga menyatakan tetap siap menghadapi dua jalur, yakni diplomasi maupun pertahanan, sehingga market masih melihat adanya risiko eskalasi jika negosiasi gagal.
Tekanan kepada harga minyak juga muncul setelah tidak terjadi eskalasi militer besar selama akhir pekan. Kondisi tersebut membuat premi risiko geopolitik yang sejak awal mendorong harga Brent ke level tertinggi enam bulan pada akhir Oktober mulai berkurang.
Namun, risiko pasokan belum sepenuhnya hilang. Serangan kepada kapal tanker di Selat Hormuz masih merupakan perhatian, sementara perang yang berlangsung sejak akhir Februari telah menguras persediaan minyak dunia. CEO ADNOC menyebut hampir 1 miliar barel minyak telah terkuras dari persediaan dunia sejak konflik mengganggu jalur pelayaran Hormuz.
Di sisi lain, sejumlah analis masih melihat potensi kenaikan harga apabila gangguan pasokan semakin parah. Goldman Sachs bahkan menaikkan proyeksi harga minyak dan memperkirakan Brent dapat mencapai US$140 per barel pada 2027 jika produksi minyak negara-negara Teluk tetap berada 3,5 juta barel per hari di bawah rata-rata 2025.
Bursa kini akan mencermati perkembangan negosiasi Iran-Qatar
Bursa kini akan mencermati perkembangan negosiasi Iran-Qatar, keamanan Selat Hormuz, serta arah kebijakan AS setelah pemilu paruh waktu. Selama peluang diplomasi semakin besar, tekanan kepada minyak dapat berlanjut, tetapi kegagalan negosiasi atau eskalasi militer kembali berpotensi mengangkat harga secara tajam. (arl)
📈 Mulai Trading Sekarang
Bergabung dengan PT Bestprofit Futures — broker resmi Bappebti untuk perdagangan berjangka komoditi.
📰 Sumber asli: newsmaker
Panduan & Informasi Resmi
Sumber
Artikel ini mengutip laporan newsmaker . Judul dan penyuntingan disesuaikan untuk pembaca Indonesia.
Peringatan Risiko
Perdagangan berjangka komoditi berisiko tinggi dan dapat menyebabkan kerugian melebihi dana awal. Materi ini bersifat informasi, bukan rekomendasi atau ajakan bertransaksi.
