Monday, 2 November 2026 Terdaftar & diawasi Bappebti · Anggota BBJ & KBI
BESTPROFIT SURABAYA NEWS Surabaya · Pialang Berjangka
Info Pasar
Harga & data pasar diperbarui resmi di situs korporat
Data harga real-time → Sumber resmi · bukan ajakan transaksi
NEWS

Awas! Emas Mulai Bangkit, Tekanan Jual Belum Berakhir?!

Awas! Emas Mulai Bangkit, Tekanan Jual Belum Berakhir?!
Awas! Emas Mulai Bangkit, Tekanan Jual Belum Berakhir?!

🏠 Beranda › Berita › Awas! emas Mulai Bangkit, Tekanan Jual B…

Gold

📅 2026-11-02   🕐 07:16   ⏱️ 2 menit baca   📰 Sumber: newsmaker.id💬 WA📘 FB🐦 X
📑 Daftar Isi ▼

Harga emas dunia kembali naik pada perdagangan Senin

(2/11/2026), setelah mengalami penurunan tajam hingga menyentuh level terendah

dalam satu tahun pada akhir pekan lalu. Emas spot (XAU/USD) naik 0,6% merupakan

US$3.902,39 per troy ounce pada pukul 07.55 waktu Singapura

US$3.902,39 per troy ounce pada pukul 07.55 waktu Singapura. Kenaikan ini

merupakan upaya pemulihan setelah emas anjlok 3,7% pada Jumat dan menutup Oktober

dengan kinerja bulanan terburuk sejak 2008. Penurunan yang cukup dalam tersebut

mulai menarik perhatian investor yang melihat harga emas kini sebagai

mulai menarik perhatian investor yang melihat harga emas kini sebagai

peluang untuk kembali melakukan pembelian.

Dukungan kepada emas datang dari melemahnya harga minyak

dunia menjelang pemilu paruh waktu Amerika Serikat (AS) pada Selasa (3/11)

dunia menjelang pemilu paruh waktu Amerika Serikat (AS) pada Selasa (3/11).

Penurunan minyak terjadi setelah Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio

menyampaikan bahwa Presiden Donald Trump lebih mengutamakan penyelesaian

diplomatik kepada konflik dengan Iran

diplomatik kepada konflik dengan Iran. Perkembangan ini memberikan sedikit

kelegaan bagi bursa karena harga energi yang lebih rendah dapat membantu

mengurangi tekanan inflasi. Jika risiko inflasi mereda, kekhawatiran kepada

kenaikan suku bunga Federal Reserve (The Fed) juga berpotensi berkurang

kenaikan suku bunga Federal Reserve (The Fed) juga berpotensi berkurang.

Kondisi tersebut dapat memberikan ruang bagi emas untuk memulihkan sebagian

kerugiannya.

Meski demikian, situasi geopolitik Timur Tengah masih merupakan

Meski demikian, situasi geopolitik Timur Tengah masih merupakan

ancaman bagi kestabilan market. Trump di awal beberapa kali memperingatkan

kemungkinan melanjutkan serangan kepada Iran setelah pemilu paruh waktu,

sementara Teheran mengancam akan memberikan balasan yang lebih luas apabila

sementara Teheran mengancam akan memberikan balasan yang lebih luas apabila

serangan kembali terjadi. Sejumlah negara Teluk juga mengkhawatirkan pecahnya

konflik yang lebih besar dan berdampak pada pasokan energi mancanegara. Ketegangan

ini menempatkan emas dalam situasi yang tidak sederhana

ini menempatkan emas dalam situasi yang tidak sederhana. Di satu sisi, ancaman

perang dapat meningkatkan permintaan komoditi aman, tetapi di sisi lain, lonjakan

harga minyak berisiko kembali mendorong inflasi dan memperkuat ekspektasi suku

bunga tinggi.

Tekanan tambahan kepada emas juga berasal dari pelemahan

bursa saham teknologi internasional. Kekhawatiran mengenai besarnya investasi

kecerdasan buatan (AI) dan kemampuan perusahaan menghasilkan keuntungan telah

kecerdasan buatan (AI) dan kemampuan perusahaan menghasilkan keuntungan telah

memicu aksi jual saham dalam beberapa sesi terakhir. Kondisi tersebut turut

menyeret harga emas karena sebagian investor menjual kepemilikan logam mulia

untuk menutup kerugian atau memenuhi kebutuhan dana pada investasi lainnya

untuk menutup kerugian atau memenuhi kebutuhan dana pada investasi lainnya.

Namun, penurunan harga yang cukup dalam mulai menarik pembelian dari investor

jangka panjang, termasuk kemungkinan tambahan permintaan dari bank sentral.

Meski aksi beli mulai terlihat

Meski aksi beli mulai terlihat, tekanan likuiditas dan psikologi pasar negatif market

saham masih dapat membatasi pemulihan emas dalam jangka pendek.

Dari sisi teknikal, Emas masih berada dalam kondisi yang

rentan meskipun mulai menjelaskan pemulihan

rentan meskipun mulai menjelaskan pemulihan. Penutupan harga Jumat di bawah

US$3.886 merupakan perhatian karena level tersebut di awal dipandang sebagai

area penopang penting. Kenaikan kembali menuju US$3.900 memberikan sinyal awal

adanya respons pembeli, tetapi belum cukup untuk memastikan tekanan jual telah

adanya respons pembeli, tetapi belum cukup untuk memastikan tekanan jual telah

berakhir. Emas masih membutuhkan penguatan yang lebih konsisten, terutama

kemampuan kembali menembus US$4.000 untuk memperbaiki prospek jangka pendek.

Sebaliknya, jika harga gagal mempertahankan pemulihan dan kembali turun di

Sebaliknya, jika harga gagal mempertahankan pemulihan dan kembali turun di

bawah US$3.886, risiko penurunan lanjutan masih terbuka. Berdasarkan analisa

Newsmaker.id emas mulai menemukan peluang untuk bangkit, tetapi arah berikutnya

akan sangat bergantung pada perkembangan konflik Iran, harga minyak, serta

akan sangat bergantung pada perkembangan konflik Iran, harga minyak, serta

kemampuan bursa mempertahankan momentum pembelian setelah koreksi tajam

sepanjang Oktober.

Disclaimer: Artikel ini dikutip dari sumber berita untuk tujuan informasi. Segala keputusan investasi harus berdasarkan pertimbangan matang dan berkonsultasi dengan penasihat keuangan yang kompeten.

📈 Mulai Trading Sekarang

Bergabung dengan PT Bestprofit Futures — broker resmi Bappebti untuk perdagangan berjangka komoditi.

📰 Artikel bersumber dari sumber berita terpercaya • Diterbitkan oleh PT Bestprofit Futures

📰 Sumber asli: newsmaker

Sumber

Artikel ini mengutip laporan newsmaker . Judul dan penyuntingan disesuaikan untuk pembaca Indonesia.

Peringatan Risiko

Perdagangan berjangka komoditi berisiko tinggi dan dapat menyebabkan kerugian melebihi dana awal. Materi ini bersifat informasi, bukan rekomendasi atau ajakan bertransaksi.

Berita Terkait

Mulai dari akun demo — tanpa risiko

Latih strategi dengan harga pasar sebelum membuka akun real.