Thursday, 29 October 2026 Terdaftar & diawasi Bappebti · Anggota BBJ & KBI
BESTPROFIT SURABAYA NEWS Surabaya · Pialang Berjangka
Info Pasar
Harga & data pasar diperbarui resmi di situs korporat
Data harga real-time → Sumber resmi · bukan ajakan transaksi
NEWS

Emas Melemah, Sinyal Fed Dinanti

Emas Melemah, Sinyal Fed Dinanti
Emas Melemah, Sinyal Fed Dinanti

🏠 Beranda › Berita › emas Melemah, Sinyal Fed Dinanti

Gold

📅 2026-10-28   🕐 23:18   ⏱️ 1 menit baca   📰 Sumber: Newsmaker.id💬 WA📘 FB🐦 X

Harga emas bergerak melemah pada Rabu (28/10) karena kenaikan harga minyak kembali meningkatkan kekhawatiran inflasi, sementara investor menunggu keputusan kebijakan The Fed dan komentar Ketua Kevin Warsh. Harga emas spot turun 0,3% ke sekitar US$4.044 per troy ounce.

The Fed diestimasi mempertahankan suku bunga di kisaran 3,75%–4%. Namun, bursa memperkirakan peluang kenaikan suku bunga pada Desember mencapai sekitar 84%, sehingga perhatian utama tertuju pada apakah Warsh akan memberikan sinyal hawkish mengenai kebijakan berikutnya.

Tekanan kepada emas semakin besar setelah harga minyak naik lebih dari 1% akibat serangan terhadap kilang di Arab Saudi. Kenaikan harga energi berpotensi memperkuat tekanan inflasi dan mendorong The Fed mempertahankan kebijakan moneter ketat lebih lama.

Investor juga menantikan data PCE AS pada Kamis sebagai indikator inflasi utama The Fed. Data tersebut dapat memberikan petunjuk tambahan mengenai arah suku bunga, terutama jika tekanan harga kembali memaparkan penguatan.

Dari sisi fundamental, suku bunga yang lebih tinggi meningkatkan opportunity cost dalam memegang emas yang tidak memberikan imbal hasil. Proyeksi harga logam mulia 2026 juga kembali dipangkas karena permintaan yang lebih lemah, imbal hasil Treasury yang tinggi, dan dolar AS yang kuat, meski pemulihan masih kemungkinan terjadi pada 2027.

Di sisi lain, permintaan emas dari China memberikan sedikit dukungan. Impor bersih emas China melalui Hong Kong pada September meningkat lebih dari 28% dibandingkan Agustus dan mencapai level tertinggi dalam lima bulan, didorong restocking serta permintaan investor.

Analisa Newsmaker: Dalam jangka pendek

Analisa Newsmaker: Dalam jangka pendek, emas masih menghadapi tekanan dari kenaikan minyak, ekspektasi kenaikan suku bunga Desember, dan potensi penguatan dolar. Namun, jika The Fed memberikan sinyal lebih dovish atau data PCE memaparkan inflasi mereda, ruang rebound XAU/USD dapat kembali terbuka.

Sumber : Newsmaker.id

Disclaimer: Artikel ini dikutip dari sumber berita untuk tujuan informasi. Segala keputusan investasi harus berdasarkan pertimbangan matang dan berkonsultasi dengan penasihat keuangan yang kompeten.

📈 Mulai Trading Sekarang

Bergabung dengan PT Bestprofit Futures — broker resmi Bappebti untuk perdagangan berjangka komoditi.

📰 Artikel bersumber dari sumber berita terpercaya • Diterbitkan oleh PT Bestprofit Futures

📰 Sumber asli: newsmaker

Sumber

Artikel ini mengutip laporan newsmaker . Judul dan penyuntingan disesuaikan untuk pembaca Indonesia.

Peringatan Risiko

Perdagangan berjangka komoditi berisiko tinggi dan dapat menyebabkan kerugian melebihi dana awal. Materi ini bersifat informasi, bukan rekomendasi atau ajakan bertransaksi.

Berita Terkait

Mulai dari akun demo — tanpa risiko

Latih strategi dengan harga pasar sebelum membuka akun real.