🏠 Beranda › Berita › Gold Rebound Tajam, Sentimen AI dan Arah…
Gold
Gold Rebound Tajam, Sentimen AI dan Arah Suku Bunga Jadi Sorotan
- diperdagangkan di sekitar US$4.160 per troy ounce setelah melonjak 1,6% pada
- terdampak kekhawatiran kepada prospek investasi kecerdasan buatan (AI)
- hingga 15 basis poin pada berbagai tenor
- emas merupakan lebih rendah, sehingga daya tariknya sebagai instrumen investasi
- di awal meningkatkan spekulasi bahwa Federal Reserve berpotensi kembali
- kembali memburu komoditi yang dianggap lebih aman
- mengenai perkembangan inflasi, kondisi ekonomi AS, serta kemungkinan perubahan
- Sebaliknya, apabila The Fed menjelaskan perhatian lebih besar kepada risiko
- sementara platinum dan paladium bergerak relatif stabil
Harga emas dunia bergerak relatif
stabil pada perdagangan Jumat (16/10/2026), setelah mencatatkan kenaikan harian
terbesar dalam lebih dari dua pekan pada sesi sejak awal. Logam mulia tersebut
diperdagangkan di sekitar US$4.160 per troy ounce setelah melonjak 1,6% pada
diperdagangkan di sekitar US$4.160 per troy ounce setelah melonjak 1,6% pada
Kamis. Penguatan emas didorong meningkatnya permintaan komoditi safe haven di
tengah aksi jual saham teknologi dunia, terutama perusahaan semikonduktor yang
terdampak kekhawatiran kepada prospek investasi kecerdasan buatan (AI)
terdampak kekhawatiran kepada prospek investasi kecerdasan buatan (AI). Meski
demikian, emas spot terekam terkoreksi tipis 0,3% ke level US$4.158,03 per
troy ounce pada perdagangan pagi.
Pelemahan saham teknologi
mendorong investor mengalihkan dana menuju obligasi pemerintah Amerika Serikat
atau Treasury, sehingga menyebabkan imbal hasil obligasi turun sekitar 12
hingga 15 basis poin pada berbagai tenor
hingga 15 basis poin pada berbagai tenor. Penurunan yield tersebut memberikan
dukungan signifikan bagi emas karena logam mulia tidak menawarkan bunga atau
imbal hasil tetap. Ketika yield obligasi merosot, biaya peluang untuk memegang
emas merupakan lebih rendah, sehingga daya tariknya sebagai instrumen investasi
emas merupakan lebih rendah, sehingga daya tariknya sebagai instrumen investasi
cenderung meningkat. Kondisi ini membantu emas memulihkan kerugian yang
sejak lama terjadi akibat tekanan data inflasi Amerika Serikat.
Dari sisi fundamental, harga emas
berhasil bangkit meskipun data inflasi September AS yang dirilis Rabu
menyiratkan kenaikan lebih tinggi dibandingkan ekspektasi bursa. Data tersebut
di awal meningkatkan spekulasi bahwa Federal Reserve berpotensi kembali
di awal meningkatkan spekulasi bahwa Federal Reserve berpotensi kembali
menaikkan suku bunga pada pertemuan Oktober. Namun, meningkatnya kekhawatiran
kepada pertumbuhan ekonomi akibat tekanan sektor teknologi membuat investor
kembali memburu komoditi yang dianggap lebih aman
kembali memburu komoditi yang dianggap lebih aman. Sementara itu, Bloomberg Dollar
Spot Index relatif stabil setelah mengalami penurunan 0,3% pada sesi sejak awal, sehingga
memberikan ruang bagi emas untuk mempertahankan sebagian besar kenaikannya.
Selanjutnya, perhatian investor tertuju pada
pernyataan Ketua Federal Reserve Kevin Warsh dalam pertemuan International
Monetary Fund (IMF) di Bangkok. Pelaku bursa akan mencermati pandangannya
mengenai perkembangan inflasi, kondisi ekonomi AS, serta kemungkinan perubahan
mengenai perkembangan inflasi, kondisi ekonomi AS, serta kemungkinan perubahan
arah kebijakan suku bunga. Pernyataan yang cenderung hawkish berpotensi kembali
mengangkat dolar dan yield Treasury sehingga membatasi kenaikan emas.
Sebaliknya, apabila The Fed menjelaskan perhatian lebih besar kepada risiko
Sebaliknya, apabila The Fed menjelaskan perhatian lebih besar kepada risiko
perlambatan ekonomi, emas berpeluang memperoleh dukungan lanjutan. Di bursa
logam mulia lainnya, harga perak turun 0,5% merupakan US$57,13 per ounce,
sementara platinum dan paladium bergerak relatif stabil
sementara platinum dan paladium bergerak relatif stabil.
📈 Mulai Trading Sekarang
Bergabung dengan PT Bestprofit Futures — broker resmi Bappebti untuk perdagangan berjangka komoditi.
