🏠 Beranda › Berita › Brent Stabil, AS Pertimbangkan Pelonggar…
Oil
Brent Stabil, AS Pertimbangkan Pelonggaran Sanksi Kapal
- Di sisi lain, konflik di Timur Tengah masih menjaga premi risiko geopolitik di
- atau 0,13% merupakan US$105,92 per barel
- Pemerintah AS kini mempertimbangkan kemungkinan mengizinkan minyak yang dinilai
- bahwa setiap pelonggaran sanksi kepada shadow fleet tidak dimaksudkan untuk
- juta barel merupakan 415,6 juta barel pada pekan yang berakhir 9 Oktober
Harga minyak Brent bergerak
relatif stabil pada perdagangan Kamis setelah investor mencermati kemungkinan
Amerika Serikat melonggarkan pembatasan kepada armada tanker “shadow fleet”.
Di sisi lain, konflik di Timur Tengah masih menjaga premi risiko geopolitik di
Di sisi lain, konflik di Timur Tengah masih menjaga premi risiko geopolitik di
pasar energi.
Brent ditutup turun tipis 14 sen
atau 0,13% merupakan US$105,92 per barel
atau 0,13% merupakan US$105,92 per barel. Sementara itu, West Texas Intermediate
(WTI) melonjak US$2,88 atau 3,03% dan ditutup di US$97,97 per barel, didukung
penurunan tajam persediaan minyak mentah AS.
Pembahasan mengenai shadow fleet
muncul beberapa hari setelah Presiden Donald Trump sementara melonggarkan
sanksi kepada bahan bakar diesel Rusia untuk meredakan lonjakan harga dunia.
Pemerintah AS kini mempertimbangkan kemungkinan mengizinkan minyak yang dinilai
Pemerintah AS kini mempertimbangkan kemungkinan mengizinkan minyak yang dinilai
legal diangkut menggunakan kapal-kapal yang sejak awal terkena sanksi.
Departemen Energi AS menegaskan
bahwa setiap pelonggaran sanksi kepada shadow fleet tidak dimaksudkan untuk
bahwa setiap pelonggaran sanksi kepada shadow fleet tidak dimaksudkan untuk
membantu Rusia meningkatkan pengiriman minyak maupun produk energinya.
Kebijakan tersebut lebih diarahkan untuk memperlancar distribusi energi dan
mengurangi tekanan pada biaya pengiriman.
Dari sisi persediaan, Energy
Information Administration (EIA) melaporkan stok minyak mentah AS turun 8,6
juta barel merupakan 415,6 juta barel pada pekan yang berakhir 9 Oktober
juta barel merupakan 415,6 juta barel pada pekan yang berakhir 9 Oktober.
Penurunan tersebut jauh lebih besar dibandingkan perkiraan bursa yang hanya mengantisipasi
penurunan sekitar 288 ribu barel, sehingga memberikan dukungan kuat kepada
harga WTI.(mrv)*
Sumber : Newsmaker.id
📈 Mulai Trading Sekarang
Bergabung dengan PT Bestprofit Futures — broker resmi Bappebti untuk perdagangan berjangka komoditi.
