🏠 Beranda › Berita › Gold Tertekan di Bawah US$4.200, CPI Jad…

Gold

Gold Tertekan di Bawah US$4.200, CPI Jadi Penentu Arah Berikutnya

📅 2026-10-12   🕐 14:23   ⏱️ 1 menit baca   📰 Sumber: Newsmaker.id💬 WA📘 FB🐦 X

Harga emas bergerak tidak stabil

pada perdagangan Senin (12/10) disesi Eropa, berada di bawah level US$4.200 per

troy ounce setelah sempat mengalami kenaikan pada awal sesi. Investor masih menimbang

dampak penurunan harga minyak kepada inflasi sekaligus menunggu sejumlah data

dampak penurunan harga minyak kepada inflasi sekaligus menunggu sejumlah data

ekonomi Amerika Serikat yang dapat memberikan petunjuk mengenai arah kebijakan

suku bunga The Fed.

Penurunan harga minyak memberikan

sedikit dukungan bagi emas karena berpotensi mengurangi tekanan inflasi dan

kebutuhan bank sentral untuk mempertahankan kebijakan moneter ketat. Namun,

harga minyak masih berada di level tinggi akibat ketegangan Timur Tengah

harga minyak masih berada di level tinggi akibat ketegangan Timur Tengah.

Kondisi tersebut membuat bursa belum sepenuhnya yakin bahwa tekanan inflasi

akan segera mereda.

Di sisi lain, permintaan

struktural kepada emas masih merupakan penopang. Kepemilikan ETF berbasis emas

kembali meningkat dalam beberapa hari terakhir, sementara pembelian oleh bank

sentral juga terus memberikan dukungan kepada permintaan

sentral juga terus memberikan dukungan kepada permintaan. Meski demikian,

emas masih menghadapi tekanan dari yield obligasi yang tinggi dan ekspektasi

pengetatan kebijakan moneter AS.

Fokus utama market kini tertuju

pada data inflasi AS pekan ini, terutama CPI, yang berpotensi merupakan katalis

besar bagi Gold. Inflasi yang lebih tinggi dari perkiraan dapat mendorong yield

Treasury dan Dolar AS kembali melonjak sehingga menekan emas

Treasury dan Dolar AS kembali melonjak sehingga menekan emas. Sebaliknya, data

inflasi yang lebih rendah dapat mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga dan

memberikan ruang bagi Gold untuk kembali naik.

Newsmaker melihat, Gold kini berada di

persimpangan antara dukungan permintaan jangka panjang dan tekanan makroekonomi

jangka pendek. Selama yield dan ekspektasi suku bunga tetap tinggi, ruang

penguatan emas masih terbatas

penguatan emas masih terbatas. Namun, jika CPI mulai menjelaskan pelemahan dan

yield kembali turun, rebound Gold berpotensi mendapatkan tenaga baru untuk

kembali menguji area US$4.200.

Disclaimer: Artikel ini dikutip dari sumber berita untuk tujuan informasi. Segala keputusan investasi harus berdasarkan pertimbangan matang dan berkonsultasi dengan penasihat keuangan yang kompeten.

📈 Mulai Trading Sekarang

Bergabung dengan PT Bestprofit Futures — broker resmi Bappebti untuk perdagangan berjangka komoditi.

📰 Artikel bersumber dari sumber berita terpercaya • Diterbitkan oleh PT Bestprofit Futures

By IT EF