🏠 Beranda › Berita › Harga Perak Terkoreksi, Risiko inflasi K…
Silver
Harga Perak Terkoreksi, Risiko Inflasi Kembali Jadi Beban
Harga perak (XAG/USD) turun pada perdagangan Senin (12/10), setelah sejak awal mencatat kenaikan lebih dari 2,5%. Perak berada di sekitar US$60,70 per troy ounce pada sesi Eropa, dengan tekanan datang dari kekhawatiran inflasi serta potensi kenaikan kembali harga minyak akibat meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah.
Serangan kepada Bandara Internasional King Khalid di Riyadh kembali meningkatkan risiko eskalasi antara Arab Saudi dan kelompok Houthi yang didukung Iran. Presiden AS Donald Trump bahkan mempertimbangkan kemungkinan keterlibatan Amerika Serikat dalam aksi balasan Saudi terhadap Houthi. Di saat yang sama, sebuah kapal tanker minyak juga dilaporkan terkena serangan drone di dekat perairan Oman, tidak jauh dari Selat Hormuz.
Bagi peringkat perak, perkembangan tersebut merupakan pedang bermata dua. Di satu sisi, meningkatnya ketegangan geopolitik dapat mendorong permintaan kepada komoditas safe haven seperti logam mulia. Namun, jika konflik kembali mengganggu pasokan energi dan mendorong harga minyak naik, tekanan inflasi dapat meningkat. Kondisi tersebut berpotensi membuat bank sentral mempertahankan kebijakan suku bunga tinggi lebih lama dan menjadi beban bagi aset yang tidak memberikan imbal hasil seperti perak.
Dari sisi kebijakan moneter AS
Dari sisi kebijakan moneter AS, peluang kenaikan suku bunga The Fed pada Oktober justru semakin rendah. Peringkat kini memperkirakan probabilitas kenaikan minimal 25 basis poin hanya sekitar 19,4%, turun dari 24,4% pada pekan sejak lama. Namun, ekspektasi kenaikan pada Desember masih tinggi di sekitar 86%. Sementara itu, indeks kondisi pasar konsumen University of Michigan turun merupakan 46,3 pada Oktober dari 48,1 sebelumnya, memaparkan pelemahan sentimen ekonomi AS.
Newsmaker melihat, gerakan Silver sekarang akan sangat ditentukan oleh pertarungan antara safe-haven demand dan tekanan dari inflasi serta suku bunga. Jika eskalasi Timur Tengah mendorong minyak kembali naik, tekanan kepada ekspektasi inflasi dan yield dapat membatasi penguatan perak. Sebaliknya, apabila harga minyak tetap terkendali dan ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed terus menurun, Silver berpeluang kembali melanjutkan rebound setelah koreksi hari ini.
📈 Mulai Trading Sekarang
Bergabung dengan PT Bestprofit Futures — broker resmi Bappebti untuk perdagangan berjangka komoditi.
