🏠 Beranda › Berita › emas Jatuh ke Terendah Dua Bulan, Dolar …

Gold

Emas Jatuh ke Terendah Dua Bulan, Dolar Kuat Tekan XAU/USD

📅 2026-10-06   🕐 12:48   ⏱️ 2 menit baca   📰 Sumber: Newsmaker.id💬 WA📘 FB🐦 X

Harga emas kembali mendapat tekanan jual pada perdagangan Asia Selasa (6/10) dan turun ke level terendah dalam dua bulan. XAU/USD mendekati area psikologis US$4.100 per troy ounce, dengan pelaku market menunggu apakah level tersebut mampu bertahan atau justru ditembus untuk membuka ruang pelemahan lebih lanjut.

Tekanan utama datang dari Dolar AS yang tetap kuat meskipun peluang kenaikan suku bunga The Fed pada bulan Oktober mulai berkurang. Greenback bertahan mendekati level tertinggi sejak April 2025, sementara imbal hasil obligasi AS yang masih tinggi membuat emas—yang tidak memberikan imbal hasil—kurang menarik bagi investor.

Data perekonomian AS pekan lalu memaparkan inflasi mulai melandai dan bursa tenaga kerja sedikit mendingin. Harga minyak berada di dekat level terendah empat pekan, bersamaan pulihnya ekspor minyak Timur Tengah dan pelepasan cadangan darurat G7, juga mengurangi tekanan inflasi. Meski demikian, pasar masih memperkirakan peluang lebih dari 85% The Fed kembali menaikkan suku bunga sebelum akhir tahun.

Deutsche Bank menilai lemahnya angka utama Non-Farm Payrolls belum cukup untuk mengubah gambaran bursa tenaga kerja secara keseluruhan. Bank tersebut masih melihat kondisi tenaga kerja relatif tangguh dan memperkirakan dua kenaikan suku bunga masing-masing 25 basis poin dalam beberapa kuartal mendatang. Ekspektasi pengetatan inilah yang terus menopang imbal hasil dan dolar.

Di sisi geopolitik, ketegangan Timur Tengah kembali meningkat setelah Houthi Yaman mengklaim melancarkan serangan rudal dan drone kepada sejumlah sasaran di Arab Saudi. Koalisi pimpinan Saudi juga melaporkan balasan serangan terhadap fasilitas Houthi, sementara laporan mengenai potensi serangan Israel terhadap Iran menambah risiko eskalasi. Namun sejauh ini, psikologi pasar safe haven tersebut belum mampu mengimbangi tekanan dolar dan imbal hasil yang tinggi.

Fokus peringkat berikutnya terjadi pada Risalah Rapat FOMC yang akan dirilis Rabu, bersama komentar pejabat The Fed dan perkembangan geopolitik. Dokumen tersebut akan merupakan petunjuk penting mengenai seberapa besar dukungan internal The Fed kepada kenaikan suku bunga lanjutan.

Ulasan Newsmaker: Fundamental emas kini masih cenderung ditekankan karena kombinasi dolar kuat, imbal hasil tinggi, dan ekspektasi pengetatan The Fed lebih dominan dibandingkan permintaan safe haven. Area US$4.100 merupakan level krusial; jika ditembus secara meyakinkan, tekanan bearish berpotensi berlanjut. Sebaliknya, nada dovish dari FOMC Minutes atau eskalasi geopolitik yang lebih serius dapat memicu rebound emas. (asd)

Disclaimer: Artikel ini dikutip dari sumber berita untuk tujuan informasi. Segala keputusan investasi harus berdasarkan pertimbangan matang dan berkonsultasi dengan penasihat keuangan yang kompeten.

📈 Mulai Trading Sekarang

Bergabung dengan PT Bestprofit Futures — broker resmi Bappebti untuk perdagangan berjangka komoditi.

📰 Artikel bersumber dari sumber berita terpercaya • Diterbitkan oleh PT Bestprofit Futures

By IT EF