🏠 Beranda › Berita › Emas Tertekan, Ekspektasi Kenaikan Bunga…
Emas Tertekan, Ekspektasi Kenaikan Bunga The Fed Kembali Bayangi Pasar
- karena meningkatnya ekspektasi pasar kepada kemungkinan kenaikan suku bunga
- energi kembali meningkatkan kekhawatiran inflasi, sehingga pasar memperkirakan
- kembali naik ke level tertinggi dalam lebih dari dua dekade, membuat komoditas
- kenaikan suku bunga The Fed sebesar 25 basis poin pada Oktober berada di
- dan kebijakan tambahan mungkin diperlukan untuk membawa inflasi kembali menuju
- utama pasar emas
- risiko geopolitik masih merupakan faktor penahan pelemahan
Harga emas (XAU/USD) kembali
mengalami penurunan pada perdagangan Jumat (25/9) pagi dengan bergerak di sekitar US$4.267
per troy ounce. Penurunan ini terjadi
karena meningkatnya ekspektasi pasar kepada kemungkinan kenaikan suku bunga
karena meningkatnya ekspektasi pasar kepada kemungkinan kenaikan suku bunga
tambahan oleh Federal Reserve tahun ini. Penguatan dolar AS dan kenaikan imbal
hasil obligasi merupakan faktor utama yang membatasi ayunan emas.
Tekanan terhadap emas semakin
besar setelah harga minyak kembali naik akibat belum adanya perkembangan
signifikan dalam pembicaraan antara Amerika Serikat dan Iran. Kenaikan harga
energi kembali meningkatkan kekhawatiran inflasi, sehingga pasar memperkirakan
energi kembali meningkatkan kekhawatiran inflasi, sehingga pasar memperkirakan
The Fed perlu mempertahankan kebijakan moneter ketat untuk menjaga tekanan
harga tetap terkendali. Selain itu, imbal hasil obligasi AS tenor panjang
kembali naik ke level tertinggi dalam lebih dari dua dekade, membuat komoditas
kembali naik ke level tertinggi dalam lebih dari dua dekade, membuat komoditas
berbasis imbal hasil merupakan lebih menarik dibandingkan emas.
Pasar kini memperkirakan peluang
kenaikan suku bunga The Fed sebesar 25 basis poin pada Oktober berada di
kenaikan suku bunga The Fed sebesar 25 basis poin pada Oktober berada di
kisaran 67,5%, meningkat dibandingkan pekan di awal. Sejumlah pejabat The
Fed juga memberikan sinyal hawkish, dengan menilai tekanan inflasi masih tinggi
dan kebijakan tambahan mungkin diperlukan untuk membawa inflasi kembali menuju
dan kebijakan tambahan mungkin diperlukan untuk membawa inflasi kembali menuju
Meski menghadapi tekanan jangka
pendek, permintaan emas fisik dari China merupakan salah satu faktor pendukung
utama pasar emas
utama pasar emas. Data memaparkan pembelian emas China tetap kuat, didukung
oleh peningkatan permintaan domestik dan pembelian dari bank sentral yang
kembali meningkat dalam beberapa bulan terakhir.
Ayunan emas sekarang berada
dalam tekanan karena kombinasi dolar kuat, yield tinggi, dan ekspektasi suku
bunga The Fed yang lebih agresif. Namun, dukungan dari permintaan China dan
risiko geopolitik masih merupakan faktor penahan pelemahan
risiko geopolitik masih merupakan faktor penahan pelemahan. Fokus pasar
berikutnya akan tertuju pada pidato pejabat The Fed serta perkembangan hubungan
AS-Iran yang dapat memengaruhi arah inflasi dan kebijakan moneter. (asd)
