🏠 Beranda › Berita › Harga minyak Konsolidasi, Diplomasi AS-I…

Harga Minyak Konsolidasi, Diplomasi AS-Iran Jadi Perhatian Utama

📅 2026-09-25   🕐   ⏱️ 2 menit baca   📰 Sumber: Newsmaker.id💬 WA📘 FB🐦 X

Harga minyak dunia bergerak

relatif stabil pada perdagangan hari ini setelah sejak lama mengalami

volatilitas tinggi akibat perubahan kondisi pasar terkait risiko pasokan energi

dunia. Brent crude berada di sekitar US$105 per barel, sementara WTI bergerak

di kisaran US$93 per barel, dengan investor masih mencermati perkembangan

hubungan Amerika Serikat dan Iran serta potensi gangguan pasokan dari kawasan

Timur Tengah. Kekhawatiran mengenai keamanan jalur distribusi energi masih

merupakan faktor pendukung harga minyak, meskipun harapan kepada kemajuan

diplomasi mulai membatasi kenaikan harga.

Dari sisi fundamental, koreksi

minyak masih dipengaruhi oleh keseimbangan antara risiko geopolitik dan kondisi

pasokan. Ketegangan di Timur Tengah, termasuk serangan kepada infrastruktur

energi dan aktivitas kelompok bersenjata di kawasan, tetap memberikan premi

energi dan aktivitas kelompok bersenjata di kawasan, tetap memberikan premi

risiko kepada harga minyak. Namun, bursa mulai merespons positif terhadap

kemungkinan adanya pembicaraan diplomatik AS–Iran serta pemulihan sebagian

aktivitas ekspor energi, sehingga tekanan kepada harga minyak mulai

aktivitas ekspor energi, sehingga tekanan kepada harga minyak mulai

Selain faktor geopolitik, pelaku

bursa juga memperhatikan prospek permintaan mancanegara di tengah kondisi ekonomi

dunia. Jika aktivitas manufaktur dan pertumbuhan ekonomi internasional memaparkan

perbaikan, permintaan energi berpotensi meningkat dan memberikan dukungan bagi

harga minyak. Namun, kekhawatiran kepada inflasi akibat harga energi yang

tinggi serta potensi perlambatan ekonomi masih merupakan faktor yang dapat

tinggi serta potensi perlambatan ekonomi masih merupakan faktor yang dapat

membatasi penguatan minyak dalam jangka pendek.

Dari sisi teknikal, gerakan

Brent dan WTI masih menjelaskan fase konsolidasi setelah mengalami kenaikan

Brent dan WTI masih menjelaskan fase konsolidasi setelah mengalami kenaikan

tajam akibat suasana pasar geopolitik. Harga minyak masih mempertahankan tren

positif selama mampu bertahan di atas area support terdekat. Untuk Brent, perhatian

market berada pada area psikologis US$100 per barel, sementara WTI akan

market berada pada area psikologis US$100 per barel, sementara WTI akan

mencermati kemampuan harga bertahan di sekitar area US$90–US$93 per barel. Jika

tekanan jual meningkat dan support tersebut gagal dipertahankan, minyak

berpotensi mengalami koreksi lebih dalam

berpotensi mengalami koreksi lebih dalam. Sebaliknya, peningkatan tensi

geopolitik atau gangguan pasokan dapat membuka peluang penguatan kembali.

Ke depan, arah minyak akan sangat

bergantung pada perkembangan negosiasi geopolitik, kondisi pasokan Timur

bergantung pada perkembangan negosiasi geopolitik, kondisi pasokan Timur

Tengah, serta data ekonomi dunia yang dapat memberikan gambaran mengenai

kekuatan permintaan energi. Selama risiko pasokan masih merupakan perhatian

market, minyak tetap memiliki potensi bergerak volatil dengan katalis utama

market, minyak tetap memiliki potensi bergerak volatil dengan katalis utama

berasal dari perkembangan geopolitik dan kebijakan energi mancanegara. (mrv)

Disclaimer: Artikel ini dikutip dari sumber berita untuk tujuan informasi. Segala keputusan investasi harus berdasarkan pertimbangan matang dan berkonsultasi dengan penasihat keuangan yang kompeten.

📰 Sumber asli: Newsmaker.id

📈 Mulai Trading Sekarang

Bergabung dengan PT Bestprofit Futures — broker resmi Bappebti untuk perdagangan berjangka komoditi.

📰 Artikel bersumber dari sumber berita terpercaya • Diterbitkan oleh PT Bestprofit Futures
📖 Baca juga: Glossarium Trading

By IT EF