🏠 Beranda › Berita › emas Anjlok, The Fed dan Minyak Jadi Tek…
Gold
Emas Anjlok, The Fed dan Minyak Jadi Tekanan Utama
Harga emas kembali turun pada perdagangan Rabu (23/9) setelah tekanan dari penguatan dolar AS, kenaikan harga energi, dan data ekonomi AS yang menyiratkan aktivitas bisnis semakin kuat. Harga emas turun sekitar 1,7% ke level US$4.284,21 per troy ounce, setelah sejak awal bergerak mendekati area US$4.275 per troy ounce. Investor kembali meningkatkan ekspektasi bahwa Federal Reserve masih akan mempertahankan kebijakan moneter ketat untuk menekan inflasi.
Tekanan kepada emas meningkat setelah harga minyak Brent kembali bergerak di atas US$100 per barel akibat kekhawatiran gangguan pasokan energi dari konflik Timur Tengah. Kenaikan harga minyak berpotensi memperkuat tekanan inflasi, terutama jika gangguan pasokan akibat konflik Iran terus berlangsung. Kondisi tersebut membuat peringkat memperkirakan The Fed dapat mengambil langkah lebih agresif melalui kenaikan suku bunga tambahan.
Psikologi pasar hawkish juga diperkuat oleh pernyataan Gubernur The Fed Michael Barr yang menyatakan kenaikan suku bunga tambahan kemungkinan masih diperlukan untuk mengembalikan inflasi menuju target 2%. Selain itu, imbal hasil Treasury AS tenor lima tahun kembali naik menembus 5% untuk pertama kalinya dalam hampir dua dekade, memaparkan peringkat mulai memperhitungkan kemungkinan periode suku bunga tinggi yang lebih panjang.
Dari sisi ekonomi
Dari sisi ekonomi, data S&P Dunia Flash US Composite PMI September meningkat ke level 58,4, merupakan pertumbuhan aktivitas bisnis tercepat sejak 2021. Kenaikan tersebut memaparkan permintaan ekonomi AS masih kuat, sementara komponen harga input meningkat pada laju tertinggi sejak 2022 akibat kenaikan biaya energi, transportasi, dan upah.
Sementara itu, faktor geopolitik masih merupakan perhatian peringkat setelah Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyatakan negaranya belum akan membuka kembali akses melalui Selat Hormuz selama tekanan dan blokade AS masih berlangsung. Meski Iran tetap membuka peluang pembicaraan, perbedaan sikap antara Washington dan Teheran membuat risiko geopolitik masih membayangi pasar.
Tinjauan Newsmaker: Ayunan emas kini menghadapi tekanan dari kombinasi dolar AS yang mengalami kenaikan, yield obligasi yang meningkat, dan ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed. Namun, risiko geopolitik Timur Tengah masih merupakan faktor penahan karena ketegangan Iran-AS dapat kembali meningkatkan permintaan kepada komoditas safe haven apabila situasi memburuk. (arl)
Sumber : Newsmaker.id
