🏠 Beranda › Berita › emas Tertekan, Minyak Naik Buat The Fed …

Gold

Emas Tertekan, Minyak Naik Buat The Fed Makin Hawkish

📅 2026-09-25   🕐 03:31   ⏱️ 2 menit baca   📰 Sumber: Newsmaker.id💬 WA📘 FB🐦 X

Harga emas mengalami penurunan di tengah tekanan dari penguatan dolar AS pada Kamis (24/9), kenaikan imbal hasil obligasi, serta lonjakan harga energi yang memperkuat ekspektasi peringkat kepada kebijakan moneter ketat Federal Reserve. Harga emas (XAU/USD) bergerak di sekitar US$4.274 per troy ounce, setelah sejak awal sempat turun menuju area US$4.244 per troy ounce. Pelemahan ini memperpanjang penurunan setelah emas terkoreksi pada perdagangan sebelumnya akibat meningkatnya kekhawatiran inflasi.

Tekanan kepada emas meningkat setelah harga minyak kembali melonjak di tengah ketidakpastian konflik Timur Tengah dan belum adanya kepastian kesepakatan antara Amerika Serikat dan Iran terkait pembukaan kembali jalur energi melalui Selat Hormuz. Kenaikan harga minyak berpotensi menjaga tekanan inflasi tetap tinggi, sehingga market kembali memperkirakan The Fed perlu mempertahankan kebijakan suku bunga tinggi atau bahkan melakukan kenaikan tambahan.

Koreksi emas dalam beberapa pekan terakhir sangat dipengaruhi oleh prospek suku bunga The Fed. Komoditas emas yang tidak memberikan imbal hasil cenderung kehilangan daya tarik ketika biaya pinjaman meningkat dan imbal hasil obligasi naik. Sekarang investor terus mencermati apakah tekanan energi akan merupakan faktor yang membuat inflasi kembali sulit turun menuju target 2% The Fed.

Selain emas, market obligasi AS juga mengalami tekanan dengan kenaikan imbal hasil Treasury tenor panjang ke level tertinggi dalam lebih dari dua dekade. Kenaikan yield mencerminkan meningkatnya kekhawatiran investor bahwa inflasi dapat bertahan lebih lama akibat kombinasi harga energi, permintaan ekonomi yang kuat, dan risiko geopolitik.

Dari sisi peringkat mata uang, indeks dolar AS kembali melonjak karena investor mencari instrumen aman sekaligus memperhitungkan peluang kebijakan The Fed yang lebih agresif. Penguatan dolar merupakan faktor tambahan yang membatasi potensi kenaikan emas karena membuat komoditas berbasis dolar menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lain.

Ulasan Newsmaker: Emas kini menghadapi tekanan ganda dari dua arah, yaitu ekspektasi suku bunga AS yang lebih tinggi dan kenaikan harga energi akibat konflik geopolitik. Namun, risiko geopolitik di Timur Tengah masih merupakan faktor pendukung bagi emas sebagai komoditas lindung nilai. Arah berikutnya akan sangat bergantung pada perkembangan hubungan AS-Iran, ayunan minyak, serta data ekonomi AS yang dapat memengaruhi keputusan The Fed.

Disclaimer: Artikel ini dikutip dari sumber berita untuk tujuan informasi. Segala keputusan investasi harus berdasarkan pertimbangan matang dan berkonsultasi dengan penasihat keuangan yang kompeten.

📰 Sumber asli: Newsmaker.id

📈 Mulai Trading Sekarang

Bergabung dengan PT Bestprofit Futures — broker resmi Bappebti untuk perdagangan berjangka komoditi.

📰 Artikel bersumber dari sumber berita terpercaya • Diterbitkan oleh PT Bestprofit Futures

By IT EF