🏠 Beranda › Berita › Harga minyak Konsolidasi, Diplomasi AS-I…
Oil
Harga Minyak Konsolidasi, Diplomasi AS-Iran Jadi Perhatian Utama
- energi dan aktivitas kelompok bersenjata di kawasan, tetap memberikan premi
- aktivitas ekspor energi, sehingga tekanan kepada harga minyak mulai
- tinggi serta potensi perlambatan ekonomi masih merupakan faktor yang dapat
- Brent dan WTI masih menjelaskan fase konsolidasi setelah mengalami kenaikan
- bursa berada pada area psikologis US$100 per barel, sementara WTI akan
- berpotensi mengalami koreksi lebih dalam
- bergantung pada perkembangan negosiasi geopolitik, kondisi pasokan Timur
- market, minyak tetap memiliki potensi bergerak volatil dengan katalis utama
Harga minyak dunia bergerak
relatif stabil pada perdagangan hari ini setelah di awal mengalami
volatilitas tinggi akibat perubahan kondisi pasar terkait risiko pasokan energi
mancanegara. Brent crude berada di sekitar US$105 per barel, sementara WTI bergerak
di kisaran US$93 per barel, dengan investor masih mencermati perkembangan
hubungan Amerika Serikat dan Iran serta potensi gangguan pasokan dari kawasan
Timur Tengah. Kekhawatiran mengenai keamanan jalur distribusi energi masih
merupakan faktor pendukung harga minyak, meskipun harapan kepada kemajuan
diplomasi mulai membatasi kenaikan harga.
Dari sisi fundamental, gerakan
minyak masih dipengaruhi oleh keseimbangan antara risiko geopolitik dan kondisi
pasokan. Ketegangan di Timur Tengah, termasuk serangan kepada infrastruktur
energi dan aktivitas kelompok bersenjata di kawasan, tetap memberikan premi
energi dan aktivitas kelompok bersenjata di kawasan, tetap memberikan premi
risiko kepada harga minyak. Namun, bursa mulai merespons positif terhadap
kemungkinan adanya pembicaraan diplomatik AS–Iran serta pemulihan sebagian
aktivitas ekspor energi, sehingga tekanan kepada harga minyak mulai
aktivitas ekspor energi, sehingga tekanan kepada harga minyak mulai
Selain faktor geopolitik, pelaku
market juga memperhatikan prospek permintaan dunia di tengah kondisi ekonomi
dunia. Jika aktivitas manufaktur dan pertumbuhan ekonomi dunia memaparkan
perbaikan, permintaan energi berpotensi meningkat dan memberikan dukungan bagi
harga minyak. Namun, kekhawatiran kepada inflasi akibat harga energi yang
tinggi serta potensi perlambatan ekonomi masih merupakan faktor yang dapat
tinggi serta potensi perlambatan ekonomi masih merupakan faktor yang dapat
membatasi penguatan minyak dalam jangka pendek.
Dari sisi teknikal, gerakan
Brent dan WTI masih menjelaskan fase konsolidasi setelah mengalami kenaikan
Brent dan WTI masih menjelaskan fase konsolidasi setelah mengalami kenaikan
tajam akibat psikologi pasar geopolitik. Harga minyak masih mempertahankan tren
positif selama mampu bertahan di atas area support terdekat. Untuk Brent, perhatian
bursa berada pada area psikologis US$100 per barel, sementara WTI akan
bursa berada pada area psikologis US$100 per barel, sementara WTI akan
mencermati kemampuan harga bertahan di sekitar area US$90–US$93 per barel. Jika
tekanan jual meningkat dan support tersebut gagal dipertahankan, minyak
berpotensi mengalami koreksi lebih dalam
berpotensi mengalami koreksi lebih dalam. Sebaliknya, peningkatan tensi
geopolitik atau gangguan pasokan dapat membuka peluang penguatan kembali.
Ke depan, arah minyak akan sangat
bergantung pada perkembangan negosiasi geopolitik, kondisi pasokan Timur
bergantung pada perkembangan negosiasi geopolitik, kondisi pasokan Timur
Tengah, serta data ekonomi internasional yang dapat memberikan gambaran mengenai
kekuatan permintaan energi. Selama risiko pasokan masih merupakan perhatian
market, minyak tetap memiliki potensi bergerak volatil dengan katalis utama
market, minyak tetap memiliki potensi bergerak volatil dengan katalis utama
berasal dari perkembangan geopolitik dan kebijakan energi dunia. (mrv)
