Saudi Pulihkan Pasokan, Harga Minyak Anjlok

🏠 Beranda Berita Saudi Pulihkan Pasokan, Harga Minyak Anj…

Saudi Pulihkan Pasokan, Harga Minyak Anjlok

📅 2026-09-22   🕐   ⏱️ 2 menit baca   📰 Sumber: Newsmaker.id💬 WA📘 FB🐦 X

Harga minyak merosot pada perdagangan Kamis (17/9), turun sekitar 3% ke level terendah dalam sepekan setelah laporan tambahan pasokan minyak Arab Saudi melalui Oman meredakan kekhawatiran kepada gangguan distribusi. Harga Brent turun 3,64% ke sekitar US$101,98 per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) mengalami penurunan 2,93% ke US$99,43 per barel. Meski terkoreksi, harga minyak masih bertahan di atas US$100 karena risiko konflik Timur Tengah yang belum mereda.

Penurunan harga minyak terjadi setelah market mendapat sinyal bahwa aliran minyak Saudi dapat segera kembali stabil. Arab Saudi dilaporkan menawarkan tambahan pengiriman minyak mentah kepada pembeli Asia melalui metode transfer kapal ke kapal di sekitar pelabuhan Sohar, Oman. Langkah tersebut membantu mengurangi dampak gangguan akibat kerusakan jalur pipa East-West yang sejak awal meningkatkan kekhawatiran kepada pasokan dunia.

Sejak awal, harga minyak sempat melonjak ke level tertinggi dalam sekitar empat bulan setelah laporan penghentian sementara pengiriman dari terminal ekspor Yanbu di Laut Merah. Gangguan tersebut terjadi setelah serangan kepada infrastruktur pipa East-West Saudi, yang merupakan salah satu jalur penting untuk mengalirkan minyak mentah ke peringkat dunia.

Meskipun harga minyak mulai terkoreksi

Meskipun harga minyak mulai terkoreksi, risiko pasokan masih merupakan perhatian utama market. Kerusakan pada dua stasiun pompa yang melayani jalur pipa East-West membuat waktu pemulihan masih belum sepenuhnya jelas. Gangguan berkepanjangan kepada fasilitas tersebut berpotensi mengurangi pasokan minyak internasional dan menjaga harga tetap berada pada level tinggi.

Selain minyak mentah, bursa energi juga mulai memperhatikan tekanan pada pasokan diesel. Gangguan infrastruktur energi di Timur Tengah serta keterbatasan kapasitas penyulingan Rusia membuat ketersediaan bahan bakar diesel semakin ketat. Kondisi tersebut mendorong harga diesel di beberapa pasar utama mencapai rekor tertinggi dan menambah risiko tekanan inflasi energi.

Analisa Newsmaker: Pelemahan harga minyak sekarang lebih mencerminkan berkurangnya kekhawatiran jangka pendek kepada pasokan dibandingkan berakhirnya risiko geopolitik. Selama konflik Timur Tengah masih berlangsung dan infrastruktur energi tetap merupakan target serangan, premi risiko minyak masih dapat bertahan. Ke depan, peringkat akan mencermati kecepatan pemulihan jalur pipa Saudi, perkembangan konflik AS-Iran, serta kondisi pasokan produk energi seperti diesel yang mulai menjadi perhatian baru. (arl)

Sumber : Newsmaker.id

Disclaimer: artikel ini dikutip dari sumber berita untuk tujuan informasi. Segala keputusan investasi harus berdasarkan pertimbangan matang dan berkonsultasi dengan penasihat keuangan yang kompeten.

📰 Sumber asli: Newsmaker.id

📈 Mulai Trading Sekarang

Bergabung dengan PT Bestprofit Futures — broker resmi Bappebti untuk perdagangan berjangka komoditi.

📰 Artikel bersumber dari sumber berita terpercaya • Diterbitkan oleh PT Bestprofit Futures
📖 Baca juga: Glossarium Trading

By IT EF