
🏠 Beranda › Berita › The Fed Naikkan Bunga, Tapi emas Kembali…
The Fed Naikkan Bunga, Tapi Emas Kembali Bangkit ke US$4.345
Harga emas kembali melonjak pada perdagangan Jumat (18/9), melanjutkan pemulihan setelah di awal menyentuh level terendah dalam enam pekan. Harga emas spot (XAU/USD) terbaru diperdagangkan di sekitar US$4.343 per troy ounce pada sesi Asia, didukung oleh pelemahan dolar AS dan penurunan harga minyak yang mulai meredakan tekanan inflasi dunia.
Penurunan harga minyak merupakan salah satu faktor yang membantu pemulihan emas. Harga energi merosot setelah muncul tanda-tanda bahwa gangguan pasokan di Timur Tengah dapat berkurang, menyusul upaya Arab Saudi untuk memulihkan sebagian aliran minyak melalui jalur pipa strategis. Kondisi tersebut mengurangi kekhawatiran bursa kepada inflasi akibat kenaikan energi.
Selain itu, perkembangan geopolitik Timur Tengah masih merupakan perhatian investor. Presiden AS Donald Trump dijadwalkan bertemu dengan para pemimpin negara Teluk di sela Sidang Majelis Umum PBB di New York untuk membahas perkembangan konflik Iran. Harapan kepada solusi perjanjian membantu meredakan ketegangan peringkat, meskipun risiko geopolitik masih tetap menjadi faktor pendukung permintaan emas sebagai komoditas safe haven.
Di sisi lain, kenaikan emas masih menghambat tantangan kebijakan moneter The Fed yang tetap ketat. Federal Reserve menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin ke kisaran 3,75%–4,00% dan memberikan sinyal bahwa kenaikan tambahan masih mungkin dilakukan pada tahun ini. Ekspektasi bursa kepada kenaikan suku bunga lanjutan pada pertemuan Oktober juga meningkat, sehingga dapat membatasi ruang penguatan emas.
Setelah keputusan The Fed, emas sejak awal sempat mengalami tekanan akibat penguatan dolar AS dan kenaikan menghasilkan Treasury. Namun, ketika dolar mulai turun dan imbal hasil bergerak turun dari level tertingginya, tekanan kepada emas berkurang. Kondisi ini membuat investor kembali mempertimbangkan emas sebagai instrumen lindung nilai di tengah wilayah ekonomi dan geopolitik.
Tinjauan Newsmaker: Kenaikan emas hari ini memaparkan bahwa bursa mulai menyeimbangkan kembali dampak kebijakan hawkish The Fed dengan faktor pendukung lainnya seperti pelemahan dolar, penurunan imbal hasil, dan risiko geopolitik. Dalam jangka pendek, emas masih akan sensitif kepada arah suku bunga AS dan ayunan dolar. Jika The Fed tetap mempertahankan sikap agresifnya, ruang kenaikan emas dapat terbatas. Namun, ketika data ekonomi AS mulai mengalami penurunan dan tekanan terhadap dolar menurun, emas masih memiliki peluang untuk melanjutkan pemulihan. (asd)
