Fed Hawkish Tak Goyahkan Emas, Ada Apa?

🏠 Beranda Berita Fed Hawkish Tak Goyahkan emas, Ada Apa?

Fed Hawkish Tak Goyahkan Emas, Ada Apa?

📅 2026-09-22   🕐   ⏱️ 2 menit baca   📰 Sumber: Newsmaker.id💬 WA📘 FB🐦 X

Harga emas (XAU/USD) kembali naik pada perdagangan Selasa setelah penurunan harga minyak dunia dalam beberapa sesi terakhir mengurangi kekhawatiran kepada lonjakan inflasi internasional. Kondisi tersebut membuat market mulai memperhitungkan bahwa Federal Reserve (The Fed) mungkin tidak perlu melakukan kenaikan suku bunga tambahan secara agresif.

Emas diperdagangkan di sekitar level US$4.360 per troy ounce, berbalik naik setelah sejak awal mencatat penurunan harian terbesar dalam sepekan. Kenaikan emas terjadi ketika harga minyak mulai stabil setelah mengalami penurunan lebih dari 9% dalam empat hari terakhir akibat meredanya kekhawatiran gangguan pasokan Timur Tengah serta meningkatnya harapan kepada jalur diplomasi untuk mengakhiri konflik Amerika Serikat dan Iran.

Penurunan harga minyak merupakan faktor positif bagi emas karena berpotensi mengurangi tekanan inflasi. Inflasi yang lebih rendah dapat memberikan ruang bagi bank sentral untuk mempertahankan atau melonggarkan kebijakan moneter, sehingga meningkatkan daya tarik emas sebagai instrumen lindung nilai yang tidak memberikan imbal hasil.

Namun, market masih mencermati pernyataan sejumlah pejabat The Fed setelah keputusan kenaikan suku bunga pekan lalu. Presiden The Fed Chicago Austan Goolsbee menegaskan bahwa bank sentral tidak dapat mengabaikan tekanan harga akibat gangguan pasokan yang terus berulang. Sementara itu, Presiden The Fed St. Louis Alberto Musalem menyebut kenaikan suku bunga tambahan masih mungkin diperlukan untuk memastikan inflasi kembali menuju target.

Meski terdapat tekanan dari sikap hawkish The Fed, minat kepada emas tetap kuat. Analis TD Securities Ryan McKay menyebut emas masih menjelaskan ketahanan setelah kenaikan suku bunga terbaru, dengan pelemahan jangka pendek mulai dianggap sebagai peluang akumulasi oleh sebagian investor. Arus dana ke ETF berbasis emas juga menunjukkan peningkatan, dengan sekitar 50 ton masuk sepanjang September.

Selain faktor moneter, investor juga menantikan perkembangan hubungan Amerika Serikat dan China menjelang pertemuan Presiden Donald Trump dan Xi Jinping. Pembahasan terkait perdagangan, investasi, serta teknologi kecerdasan buatan (AI) merupakan perhatian market karena dapat memengaruhi psikologi pasar risiko mancanegara.

Newsmaker melihat

Newsmaker melihat, emas kini berada dalam fase tarik-menarik antara tekanan suku bunga The Fed dan dukungan dari penurunan inflasi serta ketidakpastian geopolitik. Jika harga minyak terus mengalami penurunan dan market mulai melihat peluang kebijakan The Fed yang lebih longgar, emas berpotensi mendapatkan dukungan lanjutan. Namun, penguatan dolar AS dan pernyataan hawkish dari pejabat The Fed masih merupakan risiko utama yang dapat membatasi kenaikan emas.

Disclaimer: Artikel ini dikutip dari sumber berita untuk tujuan informasi. Segala keputusan investasi harus berdasarkan pertimbangan matang dan berkonsultasi dengan penasihat keuangan yang kompeten.

📰 Sumber asli: Newsmaker.id

📈 Mulai Trading Sekarang

Bergabung dengan PT Bestprofit Futures — broker resmi Bappebti untuk perdagangan berjangka komoditi.

📰 Artikel bersumber dari sumber berita terpercaya • Diterbitkan oleh PT Bestprofit Futures

By IT EF