
🏠 Beranda › Berita › Fed Hawkish Tak Mampu Tahan Lonjakan Ema…
Gold
Fed Hawkish Tak Mampu Tahan Lonjakan emas
Harga emas melonjak pada perdagangan Kamis (17/9), setelah mengalami tekanan pasca keputusan Federal Reserve menaikkan suku bunga. Emas spot (XAU/USD) diperdagangkan di sekitar US$4.370 per troy ounce, naik sekitar 2,5% sepanjang hari. Penguatan emas didorong oleh pelemahan dolar AS serta penurunan yield Treasury setelah reli harga minyak mulai mereda.
Federal Reserve pada Rabu menaikkan suku bunga untuk pertama kalinya sejak 2023 dengan kenaikan sebesar 25 basis poin ke kisaran 3,75%–4,00%. Dalam pernyataannya, The Fed menyebut aktivitas ekonomi AS masih tumbuh solid, konsumsi domestik tetap kuat, dan tingkat pengangguran belum mengalami perubahan signifikan. Namun, bank sentral menegaskan inflasi masih berada pada level tinggi sehingga kebijakan moneter ketat tetap diperlukan.
Setelah keputusan tersebut diumumkan, emas sempat mengalami tekanan karena dolar AS dan yield Treasury bergerak naik. Harga emas bahkan turun ke sekitar US$4.235, level terendah sejak 7 Agustus, setelah bursa mencerna proyeksi suku bunga terbaru The Fed serta pernyataan hawkish Ketua The Fed Kevin Warsh mengenai risiko inflasi yang masih tinggi.
Proyeksi terbaru The Fed memaparkan mayoritas pejabat bank sentral masih memperkirakan adanya setidaknya satu kali kenaikan suku bunga tambahan hingga akhir tahun. Suku bunga acuan diproyeksikan berada di sekitar 4,1%, mencerminkan bahwa The Fed masih membuka peluang pengetatan lanjutan apabila tekanan inflasi belum mereda.
Namun, tekanan kepada emas mulai berkurang setelah dolar AS terkoreksi dari level tertinggi sejak Juli. Indeks dolar AS turun ke sekitar 100,05 setelah sejak awal menyentuh 100,37, sementara yield Treasury 10 tahun bergerak turun dari level tertinggi pekan ini. Di sisi lain, ketegangan Timur Tengah masih merupakan faktor pendukung permintaan emas sebagai komoditi safe haven setelah konflik antara Arab Saudi dan kelompok Houthi yang didukung Iran kembali meningkat.
Analisa Newsmaker: Gerakan emas di tengah menyiratkan bursa sedang mencari keseimbangan antara kebijakan The Fed yang masih hawkish dan faktor pendukung seperti pelemahan dolar serta risiko geopolitik. Dalam jangka pendek, emas masih menghadapi tantangan dari potensi kenaikan suku bunga lanjutan dan tingginya yield Treasury. Namun, apabila tekanan dolar berlanjut mengalami penurunan dan ketidakpastian mancanegara meningkat, peluang emas untuk mempertahankan momentum penguatan tetap terbuka.(arl)
Sumber : Newsmaker.id
