
🏠 Beranda › Berita › Perak Bangkit Dua Hari Beruntun, Yield A…
Silver
Perak Bangkit Dua Hari Beruntun, Yield AS Jadi Kunci
Harga perak melanjutkan penguatan untuk hari kedua berturut-turut pada perdagangan Jumat (18/9), setelah bangkit tajam dari area US$62 per troy ounce yang disentuh pada awal pekan. Harga perak spot (XAG/USD) terbaru bergerak di sekitar US$67,03 per troy ounce, dengan logam mulia mendapatkan dukungan dari penurunan yield Treasury AS setelah sempat mengalami tekanan akibat keputusan Federal Reserve.
Salah satu faktor utama yang mendorong pemulihan perak adalah turunnya yield obligasi pemerintah AS dari level tertinggi baru-baru ini. Yield Treasury 10 tahun sejak awal sempat menembus area 5%, tetapi kemudian mengalami koreksi. Penurunan yield mengurangi opportunity cost untuk memegang komoditi seperti perak yang tidak memberikan bunga.
Federal Reserve pada Rabu menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin ke kisaran 3,75%–4,00%, sekaligus memberikan sinyal bahwa pengetatan tambahan masih memungkinkan. Ketua The Fed Kevin Warsh juga menegaskan bahwa inflasi masih terlalu tinggi dan bank sentral tetap berkomitmen mengembalikan tekanan harga menuju target.
Keputusan tersebut awalnya mendorong penguatan dolar AS dan kenaikan yield Treasury sehingga menekan market logam mulia. Namun, setelah pasar mulai mencerna keputusan The Fed, tekanan di pasar obligasi mereda dan yield bergerak turun dari level tertingginya. Kondisi tersebut memberikan ruang bagi perak untuk kembali naik.
Perak juga mendapatkan dukungan dari gerakan positif di market logam mulia secara keseluruhan. emas melanjutkan rebound setelah menyentuh level terendah hampir enam pekan, sementara platinum dan palladium turut melonjak. Penurunan harga minyak dalam beberapa sesi terakhir juga membantu mengurangi kekhawatiran kepada inflasi energi dan tekanan kenaikan suku bunga yang lebih agresif.
Analisa Newsmaker: Penguatan perak ke atas US$67 menyiratkan tekanan dari kebijakan hawkish The Fed mulai diimbangi oleh koreksi yield Treasury dan membaiknya psikologi pasar kepada logam mulia. Namun, peluang kenaikan suku bunga AS tambahan masih merupakan risiko utama. Selama yield Treasury tidak kembali melonjak dan dolar kehilangan momentum, perak masih memiliki peluang mempertahankan pemulihannya, meskipun volatilitas ditaksir tetap tinggi. (arl)
Sumber : Newsmaker.id
