Emas Kembali Tertekan, Fed dan Yield Jadi Perhatian

🏠 Beranda Berita emas Kembali Tertekan, Fed dan Yield Jad…

Gold

Emas Kembali Tertekan, Fed dan Yield Jadi Perhatian

📅 2026-09-18   🕐 21:40   ⏱️ 2 menit baca   📰 Sumber: Newsmaker.id💬 WA📘 FB🐦 X

Harga emas kembali kehilangan momentum pada perdagangan Jumat (18/9) sesi AS setelah sempat mendekati level US$4.400 per troy ounce. Emas spot (XAU/USD) terbaru bergerak di sekitar US$4.354 per troy ounce, naik tipis sekitar 0,29% pada hari ini. Koreksi emas masih dibayangi oleh sikap hawkish Federal Reserve yang menjaga dolar AS tetap kuat serta kenaikan kembali yield Treasury AS.

Perjalanan emas sepanjang pekan ini berlangsung sangat volatil setelah The Fed menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin ke kisaran 3,75%–4,00% pada Rabu lalu. Keputusan tersebut merupakan kenaikan suku bunga pertama sejak 2023 dan langsung mendorong penguatan dolar serta kenaikan yield obligasi AS, sehingga menekan emas hingga menyentuh level terendah lebih dari satu bulan di sekitar US$4.235.

Tekanan kepada emas mulai berkurang setelah harga minyak mengalami penurunan akibat adanya laporan bahwa Arab Saudi mulai mengalihkan sebagian ekspor dan berupaya memperbaiki jalur pipa East-West yang mengalami kerusakan. Penurunan harga energi membantu meredakan kekhawatiran inflasi sehingga mengurangi tekanan terhadap ekspektasi kenaikan suku bunga yang lebih agresif.

Namun, prospek emas masih menghadapi tantangan dari kebijakan moneter The Fed

Namun, prospek emas masih menghadapi tantangan dari kebijakan moneter The Fed. Proyeksi terbaru memaparkan 16 dari 18 pejabat The Fed memperkirakan setidaknya masih ada satu kali kenaikan suku bunga tambahan tahun ini. Peringkat juga memperkirakan peluang kenaikan bunga pada pertemuan Oktober masih berada di sekitar 55%, membuat dolar AS tetap kuat dengan DXY bergerak di sekitar level 100,50.

Selain dolar, kenaikan yield Treasury merupakan hambatan lain bagi emas. Yield Treasury 10 tahun kembali mendekati level 5% di sekitar 4,99%, meningkatkan opportunity cost untuk memegang komoditi tanpa imbal hasil seperti emas. Di sisi lain, harga minyak yang mulai pulih dari level rendah akibat risiko gangguan di Selat Hormuz masih menjaga kekhawatiran kepada inflasi energi.

Analisa Newsmaker: Koreksi emas di tengah berada dalam tarik-menarik antara tekanan kebijakan The Fed dan dukungan dari faktor safe haven serta permintaan jangka panjang. Dalam jangka pendek, emas membutuhkan pelemahan dolar, penurunan yield Treasury, atau perubahan ekspektasi kepada suku bunga The Fed untuk kembali melanjutkan penguatan. Namun, permintaan bank sentral dan aliran investasi ke ETF emas masih merupakan faktor pendukung yang menjaga prospek emas tetap positif dalam jangka panjang. (arl)

Sumber : Newsmaker.id

Disclaimer: Artikel ini dikutip dari sumber berita untuk tujuan informasi. Segala keputusan investasi harus berdasarkan pertimbangan matang dan berkonsultasi dengan penasihat keuangan yang kompeten.

📰 Sumber asli: Newsmaker.id

📈 Mulai Trading Sekarang

Bergabung dengan PT Bestprofit Futures — broker resmi Bappebti untuk perdagangan berjangka komoditi.

📰 Artikel bersumber dari sumber berita terpercaya • Diterbitkan oleh PT Bestprofit Futures

By IT EF