Saturday, 7 November 2026 Terdaftar & diawasi Bappebti · Anggota BBJ & KBI
BESTPROFIT SURABAYA NEWS Surabaya · Pialang Berjangka
Info Pasar
Harga & data pasar diperbarui resmi di situs korporat
Data harga real-time → Sumber resmi · bukan ajakan transaksi
NEWS

Fed Hawkish Tak Mampu Tahan Lonjakan Emas

Fed Hawkish Tak Mampu Tahan Lonjakan Emas
Fed Hawkish Tak Mampu Tahan Lonjakan Emas

🏠 Beranda › Berita › Fed Hawkish Tak Mampu Tahan Lonjakan Ema…

📅 2026-09-22   🕐   ⏱️ 2 menit baca   📰 Sumber: Newsmaker.id💬 WA📘 FB🐦 X

Harga emas melonjak pada perdagangan Kamis (17/9), setelah mengalami tekanan pasca keputusan Federal Reserve menaikkan suku bunga. Emas spot (XAU/USD) diperdagangkan di sekitar US$4.370 per troy ounce, naik sekitar 2,5% sepanjang hari. Penguatan emas didorong oleh pelemahan dolar AS serta penurunan yield Treasury setelah reli harga minyak mulai mereda.

Federal Reserve pada Rabu menaikkan suku bunga untuk pertama kalinya sejak 2023 dengan kenaikan sebesar 25 basis poin ke kisaran 3,75%–4,00%. Dalam pernyataannya, The Fed menyebut aktivitas ekonomi AS masih tumbuh solid, konsumsi domestik tetap kuat, dan tingkat pengangguran belum mengalami perubahan signifikan. Namun, bank sentral menegaskan inflasi masih berada pada level tinggi sehingga kebijakan moneter ketat tetap diperlukan.

Setelah keputusan tersebut diumumkan, emas sempat mengalami tekanan karena dolar AS dan yield Treasury bergerak naik. Harga emas bahkan turun ke sekitar US$4.235, level terendah sejak 7 Agustus, setelah bursa mencerna proyeksi suku bunga terbaru The Fed serta pernyataan hawkish Ketua The Fed Kevin Warsh mengenai risiko inflasi yang masih tinggi.

Proyeksi terbaru The Fed menjelaskan mayoritas pejabat bank sentral masih memperkirakan adanya setidaknya satu kali kenaikan suku bunga tambahan hingga akhir tahun. Suku bunga acuan diproyeksikan berada di sekitar 4,1%, mencerminkan bahwa The Fed masih membuka peluang pengetatan lanjutan apabila tekanan inflasi belum mereda.

Namun, tekanan kepada emas mulai berkurang setelah dolar AS terkoreksi dari level tertinggi sejak Juli. Indeks dolar AS turun ke sekitar 100,05 setelah di awal menyentuh 100,37, sementara yield Treasury 10 tahun bergerak turun dari level tertinggi pekan ini. Di sisi lain, ketegangan Timur Tengah masih merupakan faktor pendukung permintaan emas sebagai komoditas safe haven setelah konflik antara Arab Saudi dan kelompok Houthi yang didukung Iran kembali meningkat.

Tinjauan Newsmaker: Koreksi emas sekarang menyiratkan bursa sedang mencari keseimbangan antara kebijakan The Fed yang masih hawkish dan faktor pendukung seperti pelemahan dolar serta risiko geopolitik. Dalam jangka pendek, emas masih menghadapi tantangan dari potensi kenaikan suku bunga lanjutan dan tingginya yield Treasury. Namun, apabila tekanan dolar berlanjut merosot dan ketidakpastian dunia meningkat, peluang emas untuk mempertahankan momentum penguatan tetap terbuka.(arl)

Sumber : Newsmaker.id

Disclaimer: Artikel ini dikutip dari sumber berita untuk tujuan informasi. Segala keputusan investasi harus berdasarkan pertimbangan matang dan berkonsultasi dengan penasihat keuangan yang kompeten.

📰 Sumber asli: Newsmaker.id

📈 Mulai Trading Sekarang

Bergabung dengan PT Bestprofit Futures — broker resmi Bappebti untuk perdagangan berjangka komoditi.

📰 Artikel bersumber dari sumber berita terpercaya • Diterbitkan oleh PT Bestprofit Futures
📖 Baca juga: Kalkulator Emas • Glossarium Trading

Sumber

Artikel ini mengutip laporan Newsmaker.id . Judul dan penyuntingan disesuaikan untuk pembaca Indonesia.

Peringatan Risiko

Perdagangan berjangka komoditi berisiko tinggi dan dapat menyebabkan kerugian melebihi dana awal. Materi ini bersifat informasi, bukan rekomendasi atau ajakan bertransaksi.

Berita Terkait

Mulai dari akun demo — tanpa risiko

Latih strategi dengan harga pasar sebelum membuka akun real.