
🏠 Beranda › Berita › Empat Gangguan Sekaligus, Harga Minyak M…
Empat Gangguan Sekaligus, Harga Minyak Melesat
Harga minyak melanjutkan reli pada perdagangan Selasa (15/9) dan menembus US$105,5 per barel, mencapai level tertinggi dalam empat bulan. Kenaikan terjadi setelah Arab Saudi dilaporkan membatalkan sebagian pengiriman minyak menyusul serangan drone yang memaksa penutupan jalur ekspor penting negara tersebut.
Arab Saudi dilaporkan telah memberi tahu sejumlah pelanggan Eropa bahwa sebagian pengiriman September dibatalkan. Aktivitas pemuatan minyak di pelabuhan Yanbu juga dihentikan, menambah kekhawatiran kepada ketersediaan pasokan dalam jangka pendek.
Risiko geopolitik semakin meningkat setelah kelompok Houthi yang didukung Iran kembali melancarkan serangan kepada Arab Saudi. Situasi di Selat Hormuz juga masih tidak stabil, dengan sedikitnya dua kapal tanker dilaporkan mendapat serangan sejak Sabtu.
Arus kapal komoditas melalui Selat Hormuz turun tajam merupakan hanya empat kapal pada Senin, dari sekitar 10 kapal sehari sejak lama berdasarkan data Kpler. Penurunan aktivitas pelayaran tersebut memperkuat kekhawatiran bahwa gangguan pasokan dari kawasan Teluk dapat berlangsung lebih lama.
Gangguan pasokan tidak hanya datang dari Timur Tengah. Perusahaan minyak nasional Libya menghentikan operasi di dua ladang minyak dan satu stasiun pompa akibat aksi protes. Sementara itu, Rusia dan Ukraina masih saling menyerang infrastruktur energi meski Presiden AS Donald Trump di awal menuturkan kedua pihak telah sepakat menghentikan serangan kepada fasilitas energi.
Analisa Newsmaker: fundamental minyak tetap kuat karena gangguan pasokan terjadi secara bersamaan di beberapa wilayah utama. Selama pengiriman Saudi belum kembali normal, arus Hormuz tetap terbatas, dan produksi Libya serta Rusia-Ukraina masih terganggu, premi risiko berpotensi menjaga harga minyak tetap tinggi.
