Minyak Stabil Setelah Reli Dua Hari, Risiko Pasokan Saudi Jadi Fokus

🏠 Beranda Berita Minyak Stabil Setelah Reli Dua Hari, Ris…

Oil

Minyak Stabil Setelah Reli Dua Hari, Risiko Pasokan Saudi Jadi Fokus

📅 2026-09-16   🕐 07:21   ⏱️ 2 menit baca   📰 Sumber: Newsmaker.id💬 WA📘 FB🐦 X

Harga minyak bergerak stabil setelah mencatat kenaikan selama dua hari berturut-turut, dengan fokus market tertuju pada risiko gangguan pasokan dari Arab Saudi dan Libya. Kondisi ini menjelaskan pasar minyak dunia semakin ketat di tengah meningkatnya persaingan untuk mendapatkan pasokan ke wilayah Eropa.

West Texas Intermediate atau WTI diperdagangkan di atas US$104 per barel setelah sempat menyentuh level tertinggi sejak Mei pada Selasa. Sementara itu, Brent ditutup mendekati US$107 per barel, mencerminkan premi risiko yang masih kuat di bursa energi dunia.

Gangguan utama datang dari pipa East-West Arab Saudi yang masih offline sejak pekan lalu setelah serangan. Jalur ini penting karena memungkinkan ekspor minyak Saudi melewati rute alternatif tanpa harus melalui Selat Hormuz yang masih diperebutkan.

Di Libya, produksi juga terganggu setelah output di ladang Hamada dan al-Tahara terhenti akibat penutupan katup utama. Belum ada kepastian kapan pipa Saudi akan kembali beroperasi, meskipun Menteri Energi AS Chris Wright menuturkan gangguan tersebut kemungkinan berlangsung dalam hitungan hari.

Akibat gangguan itu, Saudi Aramco dilaporkan menunda pengiriman minyak ke sejumlah pelanggan Eropa. Kondisi ini memicu pencarian pasokan alternatif, sementara market diesel juga semakin ketat akibat konflik Timur Tengah dan serangan Ukraina kepada kilang Rusia.

Biaya pengiriman minyak ikut melonjak karena arus pelayaran internasional terganggu. Aliran kapal melalui Hormuz masih berada di bawah level sebelum perang, sementara biaya pengiriman minyak mentah AS ke Asia mencapai rekor, dengan kapal VLCC dari Teluk AS ke China mencapai US$44,8 juta.

Di sisi makro, reli minyak dan kenaikan biaya produk energi menambah tekanan inflasi internasional. The Fed ditaksir akan menaikkan suku bunga pada Rabu untuk menahan laju kenaikan harga, sementara bursa juga menunggu data resmi persediaan minyak AS setelah API melaporkan stok crude naik 7,1 juta barel pekan lalu.

Analisa Newsmaker: Stabilnya minyak di level tinggi memaparkan market belum melihat risiko pasokan benar-benar mereda. WTI di atas US$105 dan Brent dekat US$109 memberi sinyal bahwa gangguan Saudi, Libya, Hormuz, serta ketatnya pasar diesel masih merupakan faktor utama. Jika pipa East-West Saudi kembali beroperasi dalam waktu dekat dan stok AS meningkat besar, harga minyak berpeluang terkoreksi. Namun, jika gangguan pasokan berlanjut, minyak masih berpotensi mempertahankan level tinggi dan memperbesar tekanan inflasi internasional. (asd)

Disclaimer: artikel ini dikutip dari sumber berita untuk tujuan informasi. Segala keputusan investasi harus berdasarkan pertimbangan matang dan berkonsultasi dengan penasihat keuangan yang kompeten.

📰 Sumber asli: Newsmaker.id

📈 Mulai Trading Sekarang

Bergabung dengan PT Bestprofit Futures — broker resmi Bappebti untuk perdagangan berjangka komoditi.

📰 Artikel bersumber dari sumber berita terpercaya • Diterbitkan oleh PT Bestprofit Futures
📖 Baca juga: Glossarium Trading

By IT EF