Minyak Tinggi dan Yield Melonjak, Emas Kembali Tertekan

🏠 Beranda Berita Minyak Tinggi dan Yield Melonjak, emas K…

Minyak Tinggi dan Yield Melonjak, Emas Kembali Tertekan

📅 2026-09-16   🕐   ⏱️ 1 menit baca   📰 Sumber: Newsmaker.id💬 WA📘 FB🐦 X

Harga emas kembali merosot pada perdagangan Selasa (15/9) setelah gangguan pasokan minyak dari Timur Tengah memperkuat ekspektasi bahwa Federal Reserve akan menaikkan suku bunga dalam waktu dekat. Emas spot turun sekitar 0,8% ke US$4.266,60 per troy ounce setelah di awal sempat diperdagangkan di bawah US$4.270.

Kenaikan harga energi merupakan tekanan utama bagi logam mulia. Gangguan pada pipa East-West Arab Saudi masih membatasi jalur alternatif pengiriman minyak di tengah ketidakpastian di Selat Hormuz. Kondisi tersebut meningkatkan kekhawatiran kepada inflasi dan membuat peringkat memperkirakan peluang kenaikan suku bunga The Fed mencapai sekitar 95%.

Tekanan kepada emas juga datang dari bursa obligasi. Yield Treasury AS tenor 10 tahun naik ke level tertinggi dalam hampir dua dekade, didorong kekhawatiran inflasi serta meningkatnya kebutuhan pembiayaan pemerintah dan korporasi. Yield yang lebih tinggi meningkatkan opportunity cost untuk memegang emas yang tidak memberikan bunga.

Bursa juga semakin memperhitungkan kemungkinan Ketua The Fed Kevin Warsh memulai siklus kenaikan suku bunga, setidaknya dalam jangka pendek, untuk meredam tekanan harga. Ekspektasi kebijakan yang semakin hawkish membuat emas kehilangan sekitar 4% sepanjang September setelah sempat diperdagangkan di atas US$4.700 per troy ounce pada akhir Agustus.

Logam mulia lainnya ikut turun. Perak turun sekitar 0,7% ke US$62,79 per troy ounce setelah merosot 2% pada sesi sejak lama, sementara platinum dan palladium juga bergerak turun. Pada saat yang sama, indeks dolar Bloomberg mengalami kenaikan sekitar 0,2%, menambah tekanan kepada komoditas berdenominasi dolar.

Analisa Newsmaker: dalam jangka pendek, emas masih menghadapi tekanan dari tiga faktor utama, yaitu minyak tinggi, yield Treasury yang melonjak, dan ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed. Selama ketiga faktor tersebut bertahan, ruang pemulihan emas cenderung terbatas. Namun, risiko geopolitik yang masih tinggi tetap dapat menjaga permintaan emas sebagai instrumen lindung nilai. (arl)

Disclaimer: Artikel ini dikutip dari sumber berita untuk tujuan informasi. Segala keputusan investasi harus berdasarkan pertimbangan matang dan berkonsultasi dengan penasihat keuangan yang kompeten.

📰 Sumber asli: Newsmaker.id

📈 Mulai Trading Sekarang

Bergabung dengan PT Bestprofit Futures — broker resmi Bappebti untuk perdagangan berjangka komoditi.

📰 Artikel bersumber dari sumber berita terpercaya • Diterbitkan oleh PT Bestprofit Futures

By IT EF