Iran Tembakkan Rudal ke Jordan, Harga Minyak Melonjak!

🏠 Beranda Berita Iran Tembakkan Rudal ke Jordan, Harga Mi…

Iran Tembakkan Rudal ke Jordan, Harga minyak Melonjak!

📅 2026-09-11   🕐   ⏱️ 2 menit baca   📰 Sumber: Newsmaker.id💬 WA📘 FB🐦 X

Harga minyak melonjak pada

perdagangan awal Rabu (9/9), memperpanjang kenaikan untuk sesi keempat

berturut-turut setelah konflik Amerika Serikat dan Iran kembali meluas ke

kawasan regional. Brent naik US$1,57 atau

kawasan regional. Brent naik US$1,57 atau sekitar 1,6% jatuh ke US$99,49 per

barel, sementara West Texas Intermediate melonjak US$1,60 atau 1,72% merupakan

US$94,63 per barel.

Kenaikan terjadi setelah Iran

melancarkan serangan baru kepada target militer Amerika Serikat di kawasan

Teluk. Garda Revolusi Iran mengklaim menyerang dua kapal perusak AS serta

fasilitas militer di Al Azraq, Jordan,

fasilitas militer di Al Azraq, Jordan, menggunakan rudal balistik. Serangan

tersebut dilakukan sebagai balasan atas operasi AS bagi tanker minyak Iran.

Laporan terbaru juga menyiratkan konflik telah semakin meluas setelah serangan

Houthi bagi fasilitas energi Arab Saudi

Houthi bagi fasilitas energi Arab Saudi dan serangan AS terhadap kapal

tanker Iran.

Militer Jordan mengungkapkan sistem

pertahanan udaranya berhasil menghancurkan sebagian besar

pertahanan udaranya berhasil menghancurkan sebagian besar rudal yang datang

dari wilayah Iran, sementara sisanya jatuh di daerah tak berpenghuni tanpa

menimbulkan korban. Meningkatnya serangan bagi target militer dan energi

memperbesar kekhawatiran bahwa konflik tidak lagi

memperbesar kekhawatiran bahwa konflik tidak lagi terbatas pada perairan Iran

dan Selat Hormuz.

Amerika Serikat juga memperkeras

respons kepada Iran. U.S. Central Command

respons kepada Iran. U.S. Central Command mengungkapkan pasukannya menghancurkan

lima kapal pengangkut minyak mentah Iran pada 8 September setelah adanya upaya

serangan rudal kepada kapal perang Angkatan Laut AS selama dua hari

sebelumnya.

Ketegangan tersebut memperbesar

risiko kepada pasokan energi Timur Tengah. Selat Hormuz tetap merupakan titik

utama kekhawatiran karena lalu lintas kapal

utama kekhawatiran karena lalu lintas kapal melalui jalur tersebut terus

melambat, sementara Iran mengancam akan memperluas pembatasan maritim dan

menargetkan infrastruktur energi jika serangan AS berlanjut.

Brent telah melonjak tajam sejak

awal Agustus sejalan memudarnya harapan tercapainya penyelesaian permanen

konflik. Peringkat juga semakin khawatir bahwa serangan bagi tanker, fasilitas

energi, dan jalur pengiriman dapat mengurangi

energi, dan jalur pengiriman dapat mengurangi suplai fisik minyak dari Teluk

dalam waktu yang lebih lama.

Meski Brent kini semakin dekat

dengan US$100, beberapa faktor masih menahan

dengan US$100, beberapa faktor masih menahan lonjakan lebih ekstrem. Arus

minyak melalui Hormuz belum berhenti sepenuhnya, produsen Teluk masih

menggunakan jalur alternatif, sementara tambahan produksi dari negara non-OPEC dan

tingginya persediaan China memberikan bantalan bagi

tingginya persediaan China memberikan bantalan bagi market.

Disclaimer: Artikel ini dikutip dari sumber berita untuk tujuan informasi. Segala keputusan investasi harus berdasarkan pertimbangan matang dan berkonsultasi dengan penasihat keuangan yang kompeten.

📰 Sumber asli: Newsmaker.id

📈 Mulai Trading Sekarang

Bergabung dengan PT Bestprofit Futures — broker resmi Bappebti untuk perdagangan berjangka komoditi.

📰 Artikel bersumber dari sumber berita terpercaya • Diterbitkan oleh PT Bestprofit Futures
📖 Baca juga: Glossarium Trading

By IT EF