
🏠 Beranda › Berita › Iran Tembakkan Rudal ke Jordan, Harga Mi…
Iran Tembakkan Rudal ke Jordan, Harga minyak Melonjak!
- kawasan regional. Brent naik US$1,57 atau
- fasilitas militer di Al Azraq, Jordan,
- Houthi bagi fasilitas energi Arab Saudi
- pertahanan udaranya berhasil menghancurkan sebagian besar
- memperbesar kekhawatiran bahwa konflik tidak lagi
- respons kepada Iran. U.S. Central Command
- utama kekhawatiran karena lalu lintas kapal
- energi, dan jalur pengiriman dapat mengurangi
- dengan US$100, beberapa faktor masih menahan
- tingginya persediaan China memberikan bantalan bagi
Harga minyak melonjak pada
perdagangan awal Rabu (9/9), memperpanjang kenaikan untuk sesi keempat
berturut-turut setelah konflik Amerika Serikat dan Iran kembali meluas ke
kawasan regional. Brent naik US$1,57 atau
kawasan regional. Brent naik US$1,57 atau sekitar 1,6% jatuh ke US$99,49 per
barel, sementara West Texas Intermediate melonjak US$1,60 atau 1,72% merupakan
US$94,63 per barel.
Kenaikan terjadi setelah Iran
melancarkan serangan baru kepada target militer Amerika Serikat di kawasan
Teluk. Garda Revolusi Iran mengklaim menyerang dua kapal perusak AS serta
fasilitas militer di Al Azraq, Jordan,
fasilitas militer di Al Azraq, Jordan, menggunakan rudal balistik. Serangan
tersebut dilakukan sebagai balasan atas operasi AS bagi tanker minyak Iran.
Laporan terbaru juga menyiratkan konflik telah semakin meluas setelah serangan
Houthi bagi fasilitas energi Arab Saudi
Houthi bagi fasilitas energi Arab Saudi dan serangan AS terhadap kapal
tanker Iran.
Militer Jordan mengungkapkan sistem
pertahanan udaranya berhasil menghancurkan sebagian besar
pertahanan udaranya berhasil menghancurkan sebagian besar rudal yang datang
dari wilayah Iran, sementara sisanya jatuh di daerah tak berpenghuni tanpa
menimbulkan korban. Meningkatnya serangan bagi target militer dan energi
memperbesar kekhawatiran bahwa konflik tidak lagi
memperbesar kekhawatiran bahwa konflik tidak lagi terbatas pada perairan Iran
dan Selat Hormuz.
Amerika Serikat juga memperkeras
respons kepada Iran. U.S. Central Command
respons kepada Iran. U.S. Central Command mengungkapkan pasukannya menghancurkan
lima kapal pengangkut minyak mentah Iran pada 8 September setelah adanya upaya
serangan rudal kepada kapal perang Angkatan Laut AS selama dua hari
sebelumnya.
Ketegangan tersebut memperbesar
risiko kepada pasokan energi Timur Tengah. Selat Hormuz tetap merupakan titik
utama kekhawatiran karena lalu lintas kapal
utama kekhawatiran karena lalu lintas kapal melalui jalur tersebut terus
melambat, sementara Iran mengancam akan memperluas pembatasan maritim dan
menargetkan infrastruktur energi jika serangan AS berlanjut.
Brent telah melonjak tajam sejak
awal Agustus sejalan memudarnya harapan tercapainya penyelesaian permanen
konflik. Peringkat juga semakin khawatir bahwa serangan bagi tanker, fasilitas
energi, dan jalur pengiriman dapat mengurangi
energi, dan jalur pengiriman dapat mengurangi suplai fisik minyak dari Teluk
dalam waktu yang lebih lama.
Meski Brent kini semakin dekat
dengan US$100, beberapa faktor masih menahan
dengan US$100, beberapa faktor masih menahan lonjakan lebih ekstrem. Arus
minyak melalui Hormuz belum berhenti sepenuhnya, produsen Teluk masih
menggunakan jalur alternatif, sementara tambahan produksi dari negara non-OPEC dan
tingginya persediaan China memberikan bantalan bagi
tingginya persediaan China memberikan bantalan bagi market.
