
🏠 Beranda › Berita › Brent Turun Tipis, Tetap Bertahan di Ata…
Brent Turun Tipis, Tetap Bertahan di Atas US$101
Harga minyak Brent bergerak sedikit turun pada perdagangan Kamis (10/9), namun masih bertahan kuat di atas level psikologis US$100 per barel. Brent diperdagangkan sekitar US$101,10 per barel, turun sekitar 0,1%, setelah pada perdagangan sejak lama mencatat lonjakan tajam hingga ditutup di US$101,21 per barel.
Pelemahan tipis tersebut muncul setelah Brent naik sekitar 3,4% pada sesi sejak lama dan sempat menyentuh US$101,58 per barel. Ayunan sekarang memaparkan peringkat mulai melakukan konsolidasi setelah rally tajam, meski tekanan turun masih terbatas karena risiko gangguan pasokan minyak dari Timur Tengah tetap tinggi.
Suasana pasar utama masih berasal dari meningkatnya konflik antara Amerika Serikat dan Iran. Iran mengungkapkan telah menyerang 10 kapal di sekitar Selat Hormuz sebagai balasan setelah AS menghancurkan lima kapal tanker minyak Iran. Garda Revolusi Iran juga memperingatkan bahwa respons dapat kembali ditingkatkan apabila serangan kepada Iran berlanjut.
Situasi tersebut membuat market tetap memberikan
Situasi tersebut membuat market tetap memberikan premi risiko bagi harga minyak. Aliran minyak melalui Selat Hormuz, yang sebelum konflik jatuh ke jalur bagi sekitar seperlima pasokan minyak dan gas dunia, masih berada jauh di bawah kondisi normal. Serangan kelompok Houthi terhadap fasilitas dan kepentingan energi Arab Saudi juga menambah kekhawatiran terhadap jalur pasokan alternatif melalui kawasan Laut Merah.
Dari sisi pasokan internasional, Energy Information Administration (EIA) Amerika Serikat juga telah menaikkan proyeksi harga minyak untuk tahun ini dan tahun depan bersamaan penurunan persediaan global akibat berkurangnya pasokan dari Timur Tengah. Kondisi tersebut jatuh ke salah satu faktor yang membantu Brent tetap bertahan di atas US$100 meskipun mengalami koreksi jangka pendek.
Untuk perdagangan selanjutnya, area US$100 merupakan level penting bagi Brent. Selama harga mampu bertahan di atas area tersebut dan ketegangan di Timur Tengah belum mereda, tekanan koreksi berpotensi terbatas. Sebaliknya, eskalasi baru kepada kapal tanker atau jalur Selat Hormuz dapat kembali mendorong Brent menguji US$102 hingga level yang lebih tinggi.(CP)
