Emas Menguat Tipis, Dolar Melemah Jelang Data Inflasi AS

🏠 Beranda Berita emas Menguat Tipis, Dolar Melemah Jelang…

Emas Menguat Tipis, Dolar Melemah Jelang Data Inflasi AS

📅 2026-09-11   🕐   ⏱️ 2 menit baca   📰 Sumber: Newsmaker.id💬 WA📘 FB🐦 X

Harga emas bergerak menguat tipis

pada perdagangan Kamis (10/9), didukung pelemahan dolar AS ketika investor

menunggu rilis data inflasi Amerika Serikat. Spot gold naik sekitar 0,3% ke

US$4.414,28 per troy ounce, sementara kontrak

US$4.414,28 per troy ounce, sementara kontrak berjangka emas AS untuk Desember

turun tipis 0,1% ke sekitar US$4.457,20.

Pelemahan dolar menjadi salah

satu penopang utama emas. Dollar Index

satu penopang utama emas. Dollar Index turun ke sekitar 98,73, meskipun imbal

hasil Treasury AS masih berada di level tinggi. Kondisi tersebut membuat emas

relatif lebih murah bagi pemegang mata uang lain dan membantu menjaga minat

beli terhadap logam mulia.

Namun, kenaikan emas masih

tertahan oleh tingginya yield Treasury. Imbal hasil Treasury AS tenor 10 tahun

bertahan di sekitar 4,84%, mendekati level

bertahan di sekitar 4,84%, mendekati level tertinggi sejak 2023. Kenaikan yield

dipicu kekhawatiran bahwa lonjakan harga minyak di atas US$100 per barel dapat

kembali memperkuat tekanan inflasi dan mendorong Federal Reserve mempertahankan

kebijakan moneter ketat.

Perhatian peringkat kini tertuju pada

Producer Price Index (PPI) AS yang akan dirilis malam ini, disusul CPI pada

Jumat. Setelah data tenaga kerja AS

Jumat. Setelah data tenaga kerja AS sejak awal memaparkan kondisi yang kuat,

peringkat memperkirakan sekitar 60% peluang kenaikan suku bunga Fed pada September.

PPI yang lebih panas dari perkiraan dapat mendorong yield dan dolar kembali

naik sehingga menekan emas, sementara hasil

naik sehingga menekan emas, sementara hasil yang lebih rendah berpotensi

memberikan ruang bagi gold untuk melanjutkan penguatan.

Di sisi lain, emas tetap mendapat

dukungan dari meningkatnya risiko geopolitik di

dukungan dari meningkatnya risiko geopolitik di Timur Tengah. Konflik AS–Iran

telah memicu gelombang serangan bagi kapal di sekitar Selat Hormuz,

sementara Brent bertahan di atas US$100 per barel. Ketidakpastian geopolitik

tersebut menjaga permintaan bagi emas sebagai

tersebut menjaga permintaan bagi emas sebagai komoditas safe haven, meskipun

dampaknya kini masih kalah dominan dibanding koreksi dolar dan yield

Secara keseluruhan, emas masih

bergerak dengan bias positif terbatas menjelang

bergerak dengan bias positif terbatas menjelang data inflasi AS. Pelemahan

dolar mendukung harga, tetapi yield Treasury yang tinggi berubah jadi penghambat

utama. Arah berikutnya kemungkinan sangat bergantung pada hasil PPI malam ini,

sebelum perhatian market beralih ke CPI

sebelum perhatian market beralih ke CPI dan pertemuan FOMC pekan depan.(mrv)*

Sumber : Newsmaker.id

Disclaimer: Artikel ini dikutip dari sumber berita untuk tujuan informasi. Segala keputusan investasi harus berdasarkan pertimbangan matang dan berkonsultasi dengan penasihat keuangan yang kompeten.

📰 Sumber asli: Newsmaker.id

📈 Mulai Trading Sekarang

Bergabung dengan PT Bestprofit Futures — broker resmi Bappebti untuk perdagangan berjangka komoditi.

📰 Artikel bersumber dari sumber berita terpercaya • Diterbitkan oleh PT Bestprofit Futures

By IT EF