Brent Turun Tipis, Tetap Bertahan di Atas US$101

🏠 Beranda Berita Brent Turun Tipis, Tetap Bertahan di Ata…

Oil

Brent Turun Tipis, Tetap Bertahan di Atas US$101

📅 2026-09-10   🕐 12:01   ⏱️ 1 menit baca   📰 Sumber: Newsmaker.id💬 WA📘 FB🐦 X

Harga minyak Brent bergerak sedikit merosot pada perdagangan Kamis (10/9), namun masih bertahan kuat di atas level psikologis US$100 per barel. Brent diperdagangkan sekitar US$101,10 per barel, turun sekitar 0,1%, setelah pada perdagangan sejak lama mencatat lonjakan tajam hingga ditutup di US$101,21 per barel.

Pelemahan tipis tersebut muncul setelah Brent mengalami kenaikan sekitar 3,4% pada sesi sejak awal dan sempat menyentuh US$101,58 per barel. Koreksi di tengah menyiratkan peringkat mulai melakukan konsolidasi setelah rally tajam, meski tekanan turun masih terbatas karena risiko gangguan pasokan minyak dari Timur Tengah tetap tinggi.

Psikologi pasar utama masih berasal dari meningkatnya konflik antara Amerika Serikat dan Iran. Iran menuturkan telah menyerang 10 kapal di sekitar Selat Hormuz sebagai balasan setelah AS menghancurkan lima kapal tanker minyak Iran. Garda Revolusi Iran juga memperingatkan bahwa respons dapat kembali ditingkatkan apabila serangan bagi Iran berlanjut.

Situasi tersebut membuat peringkat tetap memberikan

Situasi tersebut membuat peringkat tetap memberikan premi risiko bagi harga minyak. Aliran minyak melalui Selat Hormuz, yang sebelum konflik berubah jadi jalur bagi sekitar seperlima pasokan minyak dan gas dunia, masih berada jauh di bawah kondisi normal. Serangan kelompok Houthi terhadap fasilitas dan kepentingan energi Arab Saudi juga menambah kekhawatiran terhadap jalur pasokan alternatif melalui kawasan Laut Merah.

Dari sisi pasokan dunia, Energy Information Administration (EIA) Amerika Serikat juga telah menaikkan proyeksi harga minyak untuk tahun ini dan tahun depan sejalan penurunan persediaan global akibat berkurangnya pasokan dari Timur Tengah. Kondisi tersebut merupakan salah satu faktor yang membantu Brent tetap bertahan di atas US$100 meskipun mengalami koreksi jangka pendek.

Untuk perdagangan selanjutnya, area US$100 merupakan level penting bagi Brent. Selama harga mampu bertahan di atas area tersebut dan ketegangan di Timur Tengah belum mereda, tekanan koreksi berpotensi terbatas. Sebaliknya, eskalasi baru bagi kapal tanker atau jalur Selat Hormuz dapat kembali mendorong Brent menguji US$102 hingga level yang lebih tinggi.(CP)

Disclaimer: Artikel ini dikutip dari sumber berita untuk tujuan informasi. Segala keputusan investasi harus berdasarkan pertimbangan matang dan berkonsultasi dengan penasihat keuangan yang kompeten.

📰 Sumber asli: Newsmaker.id

📈 Mulai Trading Sekarang

Bergabung dengan PT Bestprofit Futures — broker resmi Bappebti untuk perdagangan berjangka komoditi.

📰 Artikel bersumber dari sumber berita terpercaya • Diterbitkan oleh PT Bestprofit Futures
📖 Baca juga: Glossarium Trading

By IT EF