
🏠 Beranda › Berita › emas Anjlok Lebih dari 1%, Peluang Hike …
Gold
Emas Anjlok Lebih dari 1%, Peluang Hike The Fed Naik ke 70%
Harga emas turun tajam pada perdagangan Kamis (10/9) setelah data inflasi produsen Amerika Serikat dan lonjakan harga minyak memperkuat ekspektasi bahwa Federal Reserve dapat menaikkan suku bunga pada pertemuan pekan depan.
Spot gold turun 1,9% menjadi
US$4.317,85 per troy ounce. Sementara
itu, kontrak emas berjangka AS turun 1,2%.
Producer Price Index (PPI) AS naik 0,4% secara bulanan pada Agustus setelah kenaikan Juli direvisi jatuh ke 0,1%. Meski Core PPI bulanan lebih rendah dari perkiraan, market masih melihat tekanan inflasi tetap tinggi, terutama karena kenaikan harga energi yang berpotensi menyebar ke biaya produksi dan konsumen.
Ekspektasi kebijakan The Fed ikut berubah setelah rilis data. Pelaku peringkat memperkirakan peluang kenaikan suku bunga pada pertemuan berikutnya meningkat berubah jadi sekitar 70%, dari sekitar 62% sebelum data dirilis. Meski demikian, mayoritas ekonom dalam survei Reuters masih memperkirakan The Fed mempertahankan suku bunga.
Tekanan kepada emas semakin kuat karena
Tekanan kepada emas semakin kuat karena dolar AS naik dan yield Treasury AS tenor 10 tahun kembali naik. Kombinasi dolar dan yield yang lebih tinggi mengurangi daya tarik emas karena bullion tidak memberikan imbal hasil.
Harga minyak turut jatuh ke faktor utama setelah Brent melonjak sekitar 4% hingga mencapai US$105 per barel. Eskalasi serangan bagi pelayaran dalam konflik AS–Iran meningkatkan kekhawatiran gangguan pasokan, sekaligus memunculkan risiko bahwa inflasi energi akan bertahan lebih lama.
Logam mulia lainnya juga mengalami tekanan besar. Silver turun 4,6% berubah jadi US$64,19 per troy ounce, platinum turun 5,5% ke US$1.791,13, sementara palladium jatuh 5,1% menjadi US$1.283,52.
Analisa Newsmaker: penurunan Gold kali ini
Analisa Newsmaker: penurunan Gold kali ini mencerminkan perubahan fokus bursa dari safe haven menuju risiko inflasi dan suku bunga. Lonjakan minyak ke US$105 mendorong yield lebih tinggi dan memperbesar peluang The Fed tetap hawkish. Selama dolar dan yield bertahan kuat, tekanan bagi emas berpotensi berlanjut. Namun, arah berikutnya akan sangat bergantung pada data CPI AS, yang dapat menentukan apakah peluang kenaikan bunga 70% semakin kuat atau kembali turun.
