Minyak Meledak 6%, Brent Tembus US$107

🏠 Beranda Berita Minyak Meledak 6%, Brent Tembus US$107

Oil

Minyak Meledak 6%, Brent Tembus US$107

📅 2026-09-11   🕐 03:15   ⏱️ 2 menit baca   📰 Sumber: Newsmaker.id💬 WA📘 FB🐦 X

Harga minyak melonjak lebih dari 6% pada perdagangan Kamis (10/9), dengan Brent dan West Texas Intermediate (WTI) sama-sama bertahan di atas US$100 per barel. Eskalasi serangan bagi kapal dan fasilitas energi meningkatkan kekhawatiran bahwa pasokan mancanegara yang sudah ketat dapat mengalami gangguan lebih besar.

Kontrak Brent ditutup naik US$6,42 atau 6,34% merupakan US$107,63 per barel. Sementara itu, WTI melonjak US$6,43 atau 6,69% ke US$102,48 per barel, menembus US$100 untuk pertama kalinya sejak Mei. Keduanya mencapai level tertinggi sejak 19 Mei dan mencatat kenaikan harian terbesar dalam hampir dua bulan.

Kondisi pasar market semakin memburuk setelah kelompok Houthi yang bersekutu dengan Iran mengambil alih pelabuhan Mocha di Yaman. Perkembangan tersebut meningkatkan risiko bagi lalu lintas kapal di Laut Merah dan Bab el-Mandeb, sementara aktivitas pelayaran melalui Selat Hormuz masih terbatas akibat meningkatnya serangan tanker.

Risiko geopolitik kini tidak lagi terpusat

Risiko geopolitik kini tidak lagi terpusat hanya pada Iran dan Hormuz. Serangan bagi fasilitas energi Arab Saudi dan ancaman terhadap jalur Laut Merah meningkatkan kemungkinan gangguan merambat ke rute ekspor regional, lokasi produksi minyak, serta infrastruktur energi lainnya.

Ketegangan juga meningkat setelah Presiden AS Donald Trump kembali mengancam kemungkinan serangan bagi Pickaxe Mountain di Iran dan memperkirakan perang dapat berlangsung melewati pemilu sela November. Kondisi tersebut membuat peringkat semakin kecil berharap pada deeskalasi dalam waktu dekat.

Dari sisi pasokan, persediaan minyak mentah AS turun 391.000 barel berubah jadi 424,1 juta barel pada pekan lalu, lebih kecil dibandingkan perkiraan penurunan 1,55 juta barel. Sementara itu, produksi minyak OPEC dilaporkan turun sekitar 640.000 barel per hari pada Agustus akibat gangguan ekspor Saudi dan menurunnya pengiriman minyak Iran.

Namun, sisi permintaan masih berubah jadi

Namun, sisi permintaan masih berubah jadi faktor pembatas. OPEC kembali memangkas proyeksi pertumbuhan permintaan minyak dunia 2026 menjadi hanya 380.000 barel per hari, menandai revisi turun kelima berturut-turut.

Analisa Newsmaker: lonjakan Brent ke US$107 dan WTI di atas US$102 menyiratkan premi risiko geopolitik kembali mendominasi market minyak. Selama gangguan Hormuz berlanjut dan ancaman bagi Bab el-Mandeb meningkat, bias harga tetap kuat. Namun, revisi turun permintaan internasional dari OPEC merupakan faktor yang dapat menahan kenaikan lebih lanjut apabila gangguan pasokan tidak semakin parah.

Disclaimer: Artikel ini dikutip dari sumber berita untuk tujuan informasi. Segala keputusan investasi harus berdasarkan pertimbangan matang dan berkonsultasi dengan penasihat keuangan yang kompeten.

📰 Sumber asli: Newsmaker.id

📈 Mulai Trading Sekarang

Bergabung dengan PT Bestprofit Futures — broker resmi Bappebti untuk perdagangan berjangka komoditi.

📰 Artikel bersumber dari sumber berita terpercaya • Diterbitkan oleh PT Bestprofit Futures
📖 Baca juga: Glossarium Trading

By IT EF