Minyak Naik, Serangan AS ke Kapal Iran Picu Risiko Eskalasi

🏠 Beranda Berita Minyak Naik, Serangan AS ke Kapal Iran P…

Oil

Minyak Naik, Serangan AS ke Kapal Iran Picu Risiko Eskalasi

📅 2026-09-07   🕐 07:23   ⏱️ 2 menit baca   📰 Sumber: Newsmaker.id💬 WA📘 FB🐦 X

minyak kembali bergerak naik pada perdagangan Senin (7/9), setelah ketegangan

antara Amerika Serikat dan Iran meningkat menyusul serangan militer AS bagi

sejumlah kapal tanker Iran. Situasi tersebut kembali memunculkan kekhawatiran

bahwa konflik dapat mengganggu arus energi

bahwa konflik dapat mengganggu arus energi melalui kawasan Teluk Persia dan

Selat Hormuz, salah satu jalur perdagangan minyak paling penting di dunia.

Brent sempat naik sekitar 0,8% sebelum memangkas penguatannya dan

diperdagangkan di kisaran US$96–97 per barel,

diperdagangkan di kisaran US$96–97 per barel, sementara West Texas Intermediate

bergerak di sekitar US$92 per barel.

meningkat setelah Komando Pusat Amerika Serikat atau CENTCOM menuturkan

pasukannya menyerang tiga kapal tanker minyak

pasukannya menyerang tiga kapal tanker minyak Iran pada 5 September. Serangan

tersebut dilakukan setelah Korps Garda Revolusi Islam Iran meluncurkan rudal

balistik ke arah dua kapal perang AS. CENTCOM menyebut kapal M/T Kylo

dihancurkan di Teluk Oman, sementara M/T

dihancurkan di Teluk Oman, sementara M/T Stark 1 dan M/T Downy dilumpuhkan.

Tidak ada personel militer AS yang dilaporkan terluka dalam serangan Iran

kemudian meningkatkan tekanan dengan mengumumkan rencana pembentukan zona

maritim terbatas baru di luar Selat

maritim terbatas baru di luar Selat Hormuz. Sekretaris Dewan Keamanan Nasional

Tertinggi Iran Mohsen Rezaei menyatakan wilayah tersebut akan dimulai dari

garis blokade Angkatan Laut AS dan meluas ke sebagian Teluk Persia. Langkah

tersebut memperbesar kekhawatiran market mengenai keamanan

tersebut memperbesar kekhawatiran market mengenai keamanan pelayaran komersial

dan potensi gangguan lebih panjang bagi pengiriman minyak serta produk

energi dari kawasan tersebut.

bagi jalur pelayaran juga semakin terlihat

bagi jalur pelayaran juga semakin terlihat dari menurunnya aktivitas kapal

di Selat Hormuz. Dalam sekitar 10 hari terakhir, lalu lintas kapal komoditas

melalui jalur strategis tersebut turun ke level terendah sejak Mei, dengan

rata-rata hanya sekitar 10 kapal per

rata-rata hanya sekitar 10 kapal per hari. Ketegangan terbaru juga membuat

sejumlah pemilik kapal menghindari kawasan tersebut, sementara beberapa tanker

memilih mematikan sistem pelacakan ketika melintasi wilayah berisiko tinggi.

risiko geopolitik membuat market kembali membicarakan

risiko geopolitik membuat market kembali membicarakan kemungkinan Brent menembus

level psikologis US$100 per barel. Haris Khurshid, Chief Investment Officer

Karobaar Capital, menilai market memang telah memasukkan sebagian besar premi

risiko, tetapi belum mencerminkan skenario terburuk.

risiko, tetapi belum mencerminkan skenario terburuk. Apabila gangguan pelayaran

memburuk dan mulai menyebabkan hilangnya pasokan minyak secara nyata dalam

waktu lama, tekanan kenaikan harga dapat semakin besar. Minat spekulatif

bagi minyak juga meningkat setelah hedge

bagi minyak juga meningkat setelah hedge fund menambah posisi bullish

menyusul kembali memanasnya konflik AS-Iran.(asd)

Disclaimer: artikel ini dikutip dari sumber berita untuk tujuan informasi. Segala keputusan investasi harus berdasarkan pertimbangan matang dan berkonsultasi dengan penasihat keuangan yang kompeten.

📰 Sumber asli: Newsmaker.id

📈 Mulai Trading Sekarang

Bergabung dengan PT Bestprofit Futures — broker resmi Bappebti untuk perdagangan berjangka komoditi.

📰 Artikel bersumber dari sumber berita terpercaya • Diterbitkan oleh PT Bestprofit Futures

By IT EF