
🏠 Beranda › Berita › emas Masih Kuat, NFP Jadi Penentu Arah B…
Gold
Emas Masih Kuat, NFP Jadi Penentu Arah Berikutnya
Harga emas bergerak relatif stabil pada perdagangan Jumat (4/9) dan masih berada di jalur kenaikan mingguan tipis, sejalan investor mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve pada September. Harga emas spot bergerak di sekitar US$4.474,78 per troy ounce, sementara kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Desember turun sekitar 0,4% ke level US$4.521,40 per troy ounce.
Meski koreksi hari ini cenderung terbatas, emas berhasil bangkit dari level terendah tiga pekan yang disentuh pada Rabu. Pemulihan semakin kuat setelah Gubernur The Fed Christopher Waller memberi sinyal bahwa dirinya cenderung mendukung suku bunga tetap tidak berubah pada pertemuan September apabila data inflasi berikutnya menjelaskan tekanan harga terus mereda. Komentar tersebut membuat bursa memangkas taruhan bagi kenaikan suku bunga dan memberikan dorongan baru bagi emas.
Analis independen Ross Norman menilai komentar Waller merupakan katalis kuat yang mendorong emas naik sekitar 2% pada sesi di awal. Namun, pengaruh pernyataan pejabat The Fed berpotensi bersifat sementara karena perhatian market kini beralih kepada data ekonomi terbaru. Investor terlihat kembali positif kepada prospek emas, tetapi membutuhkan konfirmasi dari data tenaga kerja dan inflasi AS sebelum mendorong harga lebih jauh.
Fokus utama market kini tertuju pada
Fokus utama market kini tertuju pada laporan Nonfarm Payrolls AS yang akan dirilis Jumat malam. Data tersebut akan jatuh ke petunjuk penting mengenai kondisi pasar tenaga kerja sekaligus prospek kebijakan The Fed. Setelah NFP, perhatian akan beralih pada laporan CPI dan PPI Agustus pekan depan. Data tenaga kerja atau inflasi yang lebih lemah berpotensi semakin menekan peluang kenaikan suku bunga dan mendukung emas, sedangkan angka yang lebih kuat dapat kembali meningkatkan tekanan kepada logam mulia.
Prospek jangka menengah emas masih dinilai positif oleh sejumlah institusi. Citi mempertahankan pandangan bullish bagi logam mulia dengan target harga emas tiga bulan di sekitar US$4.800 per troy ounce dan proyeksi enam hingga 12 bulan sebesar US$5.000. Bank tersebut menilai momentum kenaikan harga berpotensi kembali menarik pembelian investor ritel, sementara permintaan fisik di India mulai membaik setelah koreksi harga dan aliran investasi tetap menopang konsumsi emas di China.(yds)
