
🏠 Beranda › Berita › emas Menguat di Atas US$4.400, Dolar dan…
Gold
Emas Menguat di Atas US$4.400, Dolar dan Yield AS Melemah
Harga emas menguat pada perdagangan Kamis (3/9), dengan
spot gold naik sekitar 1% ke US$4.433,30 per troy ounce. Penguatan ditopang
oleh pelemahan dolar AS dan turunnya yield Treasury dari level tinggi
sejak lama, sehingga biaya peluang memegang
sejak lama, sehingga biaya peluang memegang emas merupakan lebih rendah. Suasana pasar
juga terbantu oleh data tenaga kerja swasta AS yang relatif lemah, yang membuat
bursa kembali mempertimbangkan seberapa agresif Federal Reserve dapat menaikkan
suku bunga pada pertemuan September.
Fokus utama peringkat kini tertuju pada data Nonfarm Payrolls
AS hari Jumat. Bursa masih memperhitungkan peluang kenaikan suku bunga The Fed
bulan ini, tetapi hasil NFP yang
bulan ini, tetapi hasil NFP yang lebih lemah dari perkiraan berpotensi menekan
dolar dan yield lebih lanjut serta membuka ruang kenaikan emas. Di sisi lain,
ketegangan AS-Iran tetap memberikan dukungan safe haven, meski meredanya
eskalasi dalam beberapa jam terakhir membatasi
eskalasi dalam beberapa jam terakhir membatasi dorongan tersebut. Selama emas
mampu bertahan di atas area US$4.400, bias jangka pendek masih cenderung
positif, sementara NFP akan berubah jadi penentu arah berikutnya.
Selain faktor dolar dan yield, koreksi minyak juga
tetap berubah jadi perhatian karena kenaikan harga energi dapat kembali memicu
kekhawatiran inflasi. Jika tekanan inflasi meningkat, peringkat bisa kembali
menaikkan ekspektasi suku bunga The Fed,
menaikkan ekspektasi suku bunga The Fed, yang berpotensi membatasi penguatan
emas. Sebaliknya, jika harga minyak mulai mereda dan data tenaga kerja AS terus
menjelaskan pelemahan, tekanan bagi dolar dapat semakin besar dan mendukung
harga emas.
Secara teknikal-fundamental, area US$4.400 kini jatuh ke
level psikologis penting. Selama harga mampu bertahan di atas area tersebut,
momentum kenaikan masih terjaga dengan peluang
momentum kenaikan masih terjaga dengan peluang menguji area resistance
berikutnya. Namun, apabila dolar kembali menguat atau yield Treasury naik
menjelang NFP, emas berpotensi mengalami koreksi jangka pendek. Karena itu,
market kemungkinan tetap bergerak hati-hati hingga
market kemungkinan tetap bergerak hati-hati hingga data tenaga kerja AS
memberikan sinyal yang lebih jelas mengenai arah kebijakan The Fed.(mrv)*
Sumber : Newsmaker.id
