Brent dan WTI Cetak Penutupan Tertinggi Sejak Juli

🏠 Beranda Berita Brent dan WTI Cetak Penutupan Tertinggi …

Oil

Brent dan WTI Cetak Penutupan Tertinggi Sejak Juli

📅 2026-09-02   🕐 03:40   ⏱️ 2 menit baca   📰 Sumber: Newsmaker.id💬 WA📘 FB🐦 X

Harga minyak melonjak lebih dari US$4 per barel pada perdagangan Selasa (1/9) dan ditutup di level tertinggi lima pekan. Kenaikan ini dipicu kekhawatiran trader bahwa pertempuran baru antara Amerika Serikat dan Iran dapat memperpanjang gangguan pasokan dari Timur Tengah.

Brent futures naik US$4,16 atau 4,6% dan ditutup di US$94,65 per barel. Sementara itu, West Texas Intermediate atau WTI mengalami kenaikan US$4,46 atau 5,2% ke US$90,22 per barel. Penutupan tersebut merupakan level tertinggi Brent sejak 24 Juli, dan tertinggi WTI sejak 23 Juli.

Kondisi pasar bursa memburuk setelah Amerika Serikat meluncurkan serangan udara baru bagi target Iran. Langkah ini memupus harapan bahwa baku serang akhir pekan lalu tidak akan berkembang jatuh ke konflik yang lebih luas.

Harga minyak sejak lama sudah mengalami

Harga minyak sejak lama sudah mengalami kenaikan setelah terjadi pertukaran serangan langsung pertama antara AS dan Iran sejak Juli. Selain itu, laporan mengenai dua kapal tanker yang terkena serangan saat keluar dari Selat Hormuz semakin memperbesar kekhawatiran bagi keamanan jalur pasokan energi dunia.

Selat Hormuz kembali jatuh ke titik panas utama karena merupakan salah satu jalur minyak paling penting dunia. Iran disebut secara efektif menutup jalur tersebut untuk pelayaran, sementara Teheran tetap bersikap keras dengan memperingatkan akan mencegah ekspor minyak dari kawasan Teluk.

Ketegangan meningkat meski Presiden AS Donald Trump mengancam akan menghantam Iran dengan keras sebagai respons atas serangan terbaru Teheran. Menteri Keuangan AS Scott Bessent juga memperingatkan bahwa Washington bersiap menjatuhkan sanksi baru kepada Iran.

Komando Pusat AS menyatakan pasukan Amerika

Komando Pusat AS menyatakan pasukan Amerika mulai menyerang target Korps Garda Revolusi Islam Iran atau IRGC pada Selasa pukul 12.00 waktu Timur AS. Serangan itu disebut sebagai respons atas upaya serangan IRGC kepada kapal komersial di Selat Hormuz dan personel militer AS di kawasan tersebut.

Tekanan di bursa energi juga datang dari lonjakan harga diesel. Gangguan kilang di berbagai wilayah, terutama Timur Tengah dan Rusia, membuat diesel futures AS menyentuh level tertinggi dalam 52 bulan setelah melonjak 51% dalam 10 pekan terakhir.

Bursa juga menunggu laporan persediaan minyak mingguan dari American Petroleum Institute dan Energy Information Administration. Analis memperkirakan persediaan minyak mentah AS turun 0,8 juta barel pada pekan yang berakhir 28 Agustus, yang jika terkonfirmasi akan merupakan penurunan pertama dalam lima pekan.

Analisa Newsmaker: Lonjakan minyak kali ini

Analisa Newsmaker: Lonjakan minyak kali ini menjelaskan premi risiko geopolitik kembali mendominasi bursa energi. Selama konflik AS-Iran masih menyentuh Selat Hormuz, Brent berpotensi bertahan kuat di atas US$94, sementara WTI menjaga momentum di atas US$90. Namun, kenaikan tajam juga membuka ruang profit taking jika ada sinyal de-eskalasi. Fokus pasar berikutnya tertuju pada keamanan jalur Hormuz, sanksi baru AS bagi Iran, lonjakan diesel, dan data stok minyak AS. (arl)

Disclaimer: Artikel ini dikutip dari sumber berita untuk tujuan informasi. Segala keputusan investasi harus berdasarkan pertimbangan matang dan berkonsultasi dengan penasihat keuangan yang kompeten.

📰 Sumber asli: Newsmaker.id

📈 Mulai Trading Sekarang

Bergabung dengan PT Bestprofit Futures — broker resmi Bappebti untuk perdagangan berjangka komoditi.

📰 Artikel bersumber dari sumber berita terpercaya • Diterbitkan oleh PT Bestprofit Futures

By IT EF