Gold Tertekan, Warsh Jadi Penentu

📅 2026-08-28
🕐
📰 Sumber: Newsmaker.id

Harga emas bergerak mengalami penurunan pada awal perdagangan sesi

Amerika Kamis (27/8) setelah gagal mempertahankan kenaikan intraday. XAU/USD

bergerak di sekitar US$4.589 per troy ons, setelah di awal sempat mencapai

US$4.643. Pada awal pekan, emas sempat

US$4.643. Pada awal pekan, emas sempat menyentuh US$4.697, level tertinggi

sejak 14 Mei, sebelum momentum bullish mulai kehilangan tenaga.

Tekanan kepada emas meningkat setelah data PCE AS

memaparkan inflasi masih cukup persisten dan

memaparkan inflasi masih cukup persisten dan tetap berada jauh di atas target

Federal Reserve sebesar 2%. Kondisi tersebut memperkuat pandangan bahwa The Fed

mungkin perlu mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama, sehingga dolar AS

kembali mendapatkan dukungan. Emas sejak awal

kembali mendapatkan dukungan. Emas sejak awal ditutup turun sekitar 1,4% pada

Rabu.

Meski begitu, data PCE terbaru bersama CPI dan PPI

memaparkan inflasi belum kembali mengalami percepatan

memaparkan inflasi belum kembali mengalami percepatan tajam. Hal ini

menurunkan kemungkinan kenaikan suku bunga dalam waktu dekat. Market kini

memperkirakan sekitar 62% peluang The Fed mempertahankan suku bunga pada

September, sehingga tekanan kepada emas masih

September, sehingga tekanan kepada emas masih relatif terbatas.

Dolar AS juga mendapat dukungan dari data tenaga kerja

yang lebih kuat. Initial Jobless Claims turun merupakan 203 ribu, lebih rendah

dari perkiraan 208 ribu dan pembacaan

dari perkiraan 208 ribu dan pembacaan sejak awal 207 ribu. Dollar Index (DXY)

naik ke sekitar 99,22, memperpanjang rebound dari tekanan pekan lalu dan

menambah hambatan bagi emas.

Perhatian market kini sepenuhnya tertuju pada

Perhatian market kini sepenuhnya tertuju pada pidato Ketua

The Fed Kevin Warsh di Jackson Hole pada Jumat. Investor mencari petunjuk lebih

jelas mengenai apakah bank sentral akan tetap menahan suku bunga atau mulai

membuka peluang pengetatan lanjutan. Geopolitik juga

membuka peluang pengetatan lanjutan. Geopolitik juga tetap jatuh ke faktor

penting setelah kesepakatan Iran-Oman terkait Selat Hormuz disebut belum final

dan masih dalam proses negosiasi.

Ulasan Newsmaker: bias gold kini cenderung

bearish-konsolidatif setelah gagal mempertahankan area US$4.640 dan dolar

kembali melonjak. Area US$4.580–US$4.560 berubah jadi support penting, sementara

resistance terdekat berada di sekitar US$4.620–US$4.650.

resistance terdekat berada di sekitar US$4.620–US$4.650. Jika Warsh bersikap

hawkish, gold berisiko melanjutkan koreksi. Sebaliknya, nada yang lebih dovish

dapat kembali membuka peluang pengujian area US$4.700.(yds)

Disclaimer: Artikel ini dikutip dari sumber berita untuk tujuan informasi. Segala keputusan investasi harus berdasarkan pertimbangan matang dan berkonsultasi dengan penasihat keuangan yang kompeten.

📰 Sumber asli: Newsmaker.id

📈 Mulai Trading Sekarang

Bergabung dengan PT Bestprofit Futures — broker resmi Bappebti untuk perdagangan berjangka komoditi.

📰 Artikel bersumber dari sumber berita terpercaya • Diterbitkan oleh PT Bestprofit Futures

By IT EF