Gold Tertekan, Warsh Jadi Penentu
Harga emas bergerak mengalami penurunan pada awal perdagangan sesi
Amerika Kamis (27/8) setelah gagal mempertahankan kenaikan intraday. XAU/USD
bergerak di sekitar US$4.589 per troy ons, setelah di awal sempat mencapai
US$4.643. Pada awal pekan, emas sempat
US$4.643. Pada awal pekan, emas sempat menyentuh US$4.697, level tertinggi
sejak 14 Mei, sebelum momentum bullish mulai kehilangan tenaga.
Tekanan kepada emas meningkat setelah data PCE AS
memaparkan inflasi masih cukup persisten dan
memaparkan inflasi masih cukup persisten dan tetap berada jauh di atas target
Federal Reserve sebesar 2%. Kondisi tersebut memperkuat pandangan bahwa The Fed
mungkin perlu mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama, sehingga dolar AS
kembali mendapatkan dukungan. Emas sejak awal
kembali mendapatkan dukungan. Emas sejak awal ditutup turun sekitar 1,4% pada
Rabu.
Meski begitu, data PCE terbaru bersama CPI dan PPI
memaparkan inflasi belum kembali mengalami percepatan
memaparkan inflasi belum kembali mengalami percepatan tajam. Hal ini
menurunkan kemungkinan kenaikan suku bunga dalam waktu dekat. Market kini
memperkirakan sekitar 62% peluang The Fed mempertahankan suku bunga pada
September, sehingga tekanan kepada emas masih
September, sehingga tekanan kepada emas masih relatif terbatas.
Dolar AS juga mendapat dukungan dari data tenaga kerja
yang lebih kuat. Initial Jobless Claims turun merupakan 203 ribu, lebih rendah
dari perkiraan 208 ribu dan pembacaan
dari perkiraan 208 ribu dan pembacaan sejak awal 207 ribu. Dollar Index (DXY)
naik ke sekitar 99,22, memperpanjang rebound dari tekanan pekan lalu dan
menambah hambatan bagi emas.
Perhatian market kini sepenuhnya tertuju pada
Perhatian market kini sepenuhnya tertuju pada pidato Ketua
The Fed Kevin Warsh di Jackson Hole pada Jumat. Investor mencari petunjuk lebih
jelas mengenai apakah bank sentral akan tetap menahan suku bunga atau mulai
membuka peluang pengetatan lanjutan. Geopolitik juga
membuka peluang pengetatan lanjutan. Geopolitik juga tetap jatuh ke faktor
penting setelah kesepakatan Iran-Oman terkait Selat Hormuz disebut belum final
dan masih dalam proses negosiasi.
Ulasan Newsmaker: bias gold kini cenderung
bearish-konsolidatif setelah gagal mempertahankan area US$4.640 dan dolar
kembali melonjak. Area US$4.580–US$4.560 berubah jadi support penting, sementara
resistance terdekat berada di sekitar US$4.620–US$4.650.
resistance terdekat berada di sekitar US$4.620–US$4.650. Jika Warsh bersikap
hawkish, gold berisiko melanjutkan koreksi. Sebaliknya, nada yang lebih dovish
dapat kembali membuka peluang pengujian area US$4.700.(yds)
📰 Sumber asli: Newsmaker.id
📈 Mulai Trading Sekarang
Bergabung dengan PT Bestprofit Futures — broker resmi Bappebti untuk perdagangan berjangka komoditi.
