Deal Hormuz Tersendat, Minyak Rebound

📅 2026-08-28
🕐
📰 Sumber: Newsmaker.id

Harga

minyak kembali melonjak pada perdagangan Kamis (27/8) setelah muncul tanda bahwa

upaya diplomatik untuk mencapai kesepakatan mengenai Selat Hormuz menemui

hambatan. WTI Oktober naik 1,6% dan

hambatan. WTI Oktober naik 1,6% dan ditutup di US$83,53 per barel, sementara

Brent Oktober melonjak 2,1% ke US$89,70. Kontrak Brent November yang lebih

aktif naik 1,8% jatuh ke US$88,52 per barel.

Kenaikan

terjadi setelah laporan menyebut Presiden AS Donald Trump tidak tertarik

kembali ke ketentuan gencatan senjata Juni dengan Iran. Perkembangan itu

memudarkan harapan bahwa kesepakatan Iran-Oman mengenai

memudarkan harapan bahwa kesepakatan Iran-Oman mengenai pengelolaan Hormuz

dapat segera berkembang jatuh ke kesepakatan yang lebih luas dengan Washington

dan membuka arus minyak secara penuh.

Diplomasi

regional sebenarnya masih berlangsung. Perdana Menteri Qatar bertemu negosiator

utama Iran Mohammad Bagher Ghalibaf untuk mencari kondisi yang memungkinkan

pembicaraan dengan AS kembali dimulai. Namun,

pembicaraan dengan AS kembali dimulai. Namun, Teheran berulang kali menegaskan

bahwa kesepakatan mengenai navigasi tidak otomatis berarti Hormuz langsung

dibuka sepenuhnya.

Washington

juga tetap mempertahankan tekanan. Gedung Putih menyatakan AS sekarang tidak

sedang bernegosiasi dengan Iran dan blokade bagi pelabuhan Iran akan tetap

berlaku. Kondisi tersebut membuat market enggan

berlaku. Kondisi tersebut membuat market enggan terlalu cepat memangkas premi

risiko geopolitik setelah beberapa upaya gencatan senjata di awal gagal

bertahan.

Meski

demikian, sebagian pasokan sudah mulai bergerak melalui Selat Hormuz. Pelaku

peringkat memperkirakan sekitar 6 juta–8 juta barel per hari kini melintasi jalur

tersebut, membantu menahan lonjakan harga. Namun,

tersebut, membantu menahan lonjakan harga. Namun, risiko keamanan tetap tinggi

setelah sebuah tanker dilaporkan terkena proyektil yang belum diketahui asalnya

di kawasan Hormuz.

Analisis

Newsmaker: rebound minyak memaparkan market masih sangat sensitif bagi

setiap perkembangan diplomasi AS-Iran. Selama kesepakatan permanen Hormuz belum

tercapai dan blokade AS masih berlaku,

tercapai dan blokade AS masih berlaku, Brent berpeluang mempertahankan premi

risiko geopolitik. Area US$90 kembali merupakan level penting; penembusan kuat

dapat membuka ruang kenaikan lanjutan, sementara kemajuan diplomatik baru atau

peningkatan arus kapal dapat kembali menekan

peningkatan arus kapal dapat kembali menekan harga. (arl)

Sumber:

Newsmaker.id

Disclaimer: artikel ini dikutip dari sumber berita untuk tujuan informasi. Segala keputusan investasi harus berdasarkan pertimbangan matang dan berkonsultasi dengan penasihat keuangan yang kompeten.

📰 Sumber asli: Newsmaker.id

📈 Mulai Trading Sekarang

Bergabung dengan PT Bestprofit Futures — broker resmi Bappebti untuk perdagangan berjangka komoditi.

📰 Artikel bersumber dari sumber berita terpercaya • Diterbitkan oleh PT Bestprofit Futures

By IT EF