Iran-Oman Bagi Kendali Hormuz, Pasar Minyak Siaga
Harga
minyak bergerak mengalami penurunan pada perdagangan Rabu (26/8) setelah Iran dan Oman
dilaporkan mencapai kesepakatan awal untuk mengelola kembali pelayaran melalui
Selat Hormuz. Brent ditutup turun 74
Selat Hormuz. Brent ditutup turun 74 sen ke US$87,84 per barel, sementara WTI
mengalami penurunan 13 sen ke US$82,23 per barel. Harga sejak lama sempat merosot lebih
dari 3% karena pasar semakin memperhitungkan skenario deeskalasi.
Iran
menyatakan telah mencapai kesepakatan dengan Oman mengenai pembagian
pengelolaan dan pendapatan dari Hormuz. Berdasarkan skema yang disampaikan
pejabat Iran, kapal akan memasuki Teluk
pejabat Iran, kapal akan memasuki Teluk Persia melalui perairan Iran dan keluar
melalui koridor bersama yang melintasi wilayah Oman dan Iran. Kesepakatan
tersebut mengindikasikan kemungkinan adanya mekanisme biaya atau pembagian
pendapatan dari lalu lintas kapal.
Perkembangan
ini merupakan kelanjutan dari pembicaraan antara menteri luar negeri Iran dan
Oman mengenai koridor navigasi sementara serta
Oman mengenai koridor navigasi sementara serta pembersihan ranjau. Kedua negara
juga masih membahas koridor permanen, pengelolaan lalu lintas, pertukaran
informasi, dan layanan keamanan. Aktivitas pelayaran sendiri masih terbatas,
dengan hanya lima kapal komoditas yang
dengan hanya lima kapal komoditas yang mencapai melintasi Hormuz pada Selasa
dibanding rata-rata 10 hari sekitar 15 kapal.
Meski
demikian, kesepakatan tersebut belum sepenuhnya menghilangkan
demikian, kesepakatan tersebut belum sepenuhnya menghilangkan ketidakpastian.
Iran menegaskan Washington harus menerima skema tersebut agar Hormuz dapat
dibuka secara penuh, sementara sejumlah negara Teluk ditaksir keberatan
jika harus membayar Iran untuk menggunakan
jika harus membayar Iran untuk menggunakan jalur tersebut. AS juga sejauh ini
lebih memilih tekanan ekonomi ketimbang eskalasi militer langsung.
Sentimen
bearish minyak turut diperkuat oleh keputusan
bearish minyak turut diperkuat oleh keputusan Washington yang belum menerapkan
secondary sanctions besar kepada mitra dagang Iran, termasuk perusahaan
keuangan China. Beijing, yang membeli sekitar 90% minyak Iran, bahkan
memperingatkan akan mengambil tindakan balasan apabila
memperingatkan akan mengambil tindakan balasan apabila AS memperluas tekanan
ekonomi. Di sisi lain, Presiden Donald Trump mengklaim sekitar 10 juta barel
minyak telah keluar melalui Hormuz pada Selasa, menandakan sebagian aliran
energi mulai kembali bergerak.
Analisis
Newsmaker: pasar mulai memangkas premi risiko geopolitik Hormuz, sehingga
tekanan bagi minyak masih cenderung dominan.
tekanan bagi minyak masih cenderung dominan. Namun, deal IranβOman belum
final karena persetujuan AS dan penerimaan negara Teluk masih jatuh ke tanda
tanya. Selama jalur pelayaran benar-benar membaik dan Washington menahan
eskalasi, Brent berpotensi tetap tertahan di
eskalasi, Brent berpotensi tetap tertahan di bawah area US$90. Sebaliknya, jika
negosiasi gagal atau secondary sanctions mulai menyasar China dan pembeli utama
Iran, harga minyak dapat kembali rebound tajam. (arl)
Sumber:
Newsmaker.id
π Mulai Trading Sekarang
Bergabung dengan PT Bestprofit Futures β broker resmi Bappebti untuk perdagangan berjangka komoditi.
