Iran-Oman Bagi Kendali Hormuz, Pasar Minyak Siaga

πŸ“… 2026-08-27
πŸ• 08:00
πŸ“° Sumber: Newsmaker.id

Harga

minyak bergerak mengalami penurunan pada perdagangan Rabu (26/8) setelah Iran dan Oman

dilaporkan mencapai kesepakatan awal untuk mengelola kembali pelayaran melalui

Selat Hormuz. Brent ditutup turun 74

Selat Hormuz. Brent ditutup turun 74 sen ke US$87,84 per barel, sementara WTI

mengalami penurunan 13 sen ke US$82,23 per barel. Harga sejak lama sempat merosot lebih

dari 3% karena pasar semakin memperhitungkan skenario deeskalasi.

Iran

menyatakan telah mencapai kesepakatan dengan Oman mengenai pembagian

pengelolaan dan pendapatan dari Hormuz. Berdasarkan skema yang disampaikan

pejabat Iran, kapal akan memasuki Teluk

pejabat Iran, kapal akan memasuki Teluk Persia melalui perairan Iran dan keluar

melalui koridor bersama yang melintasi wilayah Oman dan Iran. Kesepakatan

tersebut mengindikasikan kemungkinan adanya mekanisme biaya atau pembagian

pendapatan dari lalu lintas kapal.

Perkembangan

ini merupakan kelanjutan dari pembicaraan antara menteri luar negeri Iran dan

Oman mengenai koridor navigasi sementara serta

Oman mengenai koridor navigasi sementara serta pembersihan ranjau. Kedua negara

juga masih membahas koridor permanen, pengelolaan lalu lintas, pertukaran

informasi, dan layanan keamanan. Aktivitas pelayaran sendiri masih terbatas,

dengan hanya lima kapal komoditas yang

dengan hanya lima kapal komoditas yang mencapai melintasi Hormuz pada Selasa

dibanding rata-rata 10 hari sekitar 15 kapal.

Meski

demikian, kesepakatan tersebut belum sepenuhnya menghilangkan

demikian, kesepakatan tersebut belum sepenuhnya menghilangkan ketidakpastian.

Iran menegaskan Washington harus menerima skema tersebut agar Hormuz dapat

dibuka secara penuh, sementara sejumlah negara Teluk ditaksir keberatan

jika harus membayar Iran untuk menggunakan

jika harus membayar Iran untuk menggunakan jalur tersebut. AS juga sejauh ini

lebih memilih tekanan ekonomi ketimbang eskalasi militer langsung.

Sentimen

bearish minyak turut diperkuat oleh keputusan

bearish minyak turut diperkuat oleh keputusan Washington yang belum menerapkan

secondary sanctions besar kepada mitra dagang Iran, termasuk perusahaan

keuangan China. Beijing, yang membeli sekitar 90% minyak Iran, bahkan

memperingatkan akan mengambil tindakan balasan apabila

memperingatkan akan mengambil tindakan balasan apabila AS memperluas tekanan

ekonomi. Di sisi lain, Presiden Donald Trump mengklaim sekitar 10 juta barel

minyak telah keluar melalui Hormuz pada Selasa, menandakan sebagian aliran

energi mulai kembali bergerak.

Analisis

Newsmaker: pasar mulai memangkas premi risiko geopolitik Hormuz, sehingga

tekanan bagi minyak masih cenderung dominan.

tekanan bagi minyak masih cenderung dominan. Namun, deal Iran–Oman belum

final karena persetujuan AS dan penerimaan negara Teluk masih jatuh ke tanda

tanya. Selama jalur pelayaran benar-benar membaik dan Washington menahan

eskalasi, Brent berpotensi tetap tertahan di

eskalasi, Brent berpotensi tetap tertahan di bawah area US$90. Sebaliknya, jika

negosiasi gagal atau secondary sanctions mulai menyasar China dan pembeli utama

Iran, harga minyak dapat kembali rebound tajam. (arl)

Sumber:

Newsmaker.id

Disclaimer: Artikel ini dikutip dari sumber berita untuk tujuan informasi. Segala keputusan investasi harus berdasarkan pertimbangan matang dan berkonsultasi dengan penasihat keuangan yang kompeten.

πŸ“ˆ Mulai Trading Sekarang

Bergabung dengan PT Bestprofit Futures β€” broker resmi Bappebti untuk perdagangan berjangka komoditi.

πŸ“° Artikel bersumber dari sumber berita terpercaya β€’ Diterbitkan oleh PT Bestprofit Futures

By IT EF