Inflasi Panas, Gold Jatuh dari Puncak 3 Bulan

📅 2026-08-27
🕐 08:00
📰 Sumber: Newsmaker.id

Harga

emas terkoreksi tajam pada perdagangan Rabu (26/8) setelah di awal menyentuh

level tertinggi tiga bulan. Spot gold merosot 1,4% ke US$4.590,32 per troy ons,

turun kembali di bawah area psikologis

turun kembali di bawah area psikologis US$4.600 setelah data inflasi AS

menjelaskan tekanan harga masih berada jauh di atas target Federal Reserve.

Data

tersebut mendorong dolar AS mengalami kenaikan

tersebut mendorong dolar AS mengalami kenaikan dan yield Treasury bergerak naik, sementara

pelaku peringkat kembali meningkatkan ekspektasi bahwa The Fed dapat menaikkan suku

bunga sebelum akhir tahun. Lingkungan suku bunga yang lebih tinggi biasanya

merupakan tekanan bagi emas karena bullion

merupakan tekanan bagi emas karena bullion tidak memberikan imbal hasil bunga.

Meski

mengalami koreksi, emas masih mencatat kenaikan sekitar 14% sepanjang Agustus.

Reli besar tersebut sejak lama dipicu

Reli besar tersebut sejak lama dipicu keputusan Departemen Keuangan AS

melakukan intervensi di market obligasi melalui peningkatan buyback Treasury

jangka panjang. Kebijakan itu kembali menghidupkan narasi debasement trade,

dengan investor mencari perlindungan dari risiko

dengan investor mencari perlindungan dari risiko defisit fiskal dan pelemahan

nilai dolar.

Momentum

investasi emas juga masih cukup kuat.

investasi emas juga masih cukup kuat. Harga tetap berada di atas moving average

200 hari, sementara ETF berbasis emas yang dipantau Bloomberg mencatat tambahan

lebih dari 28 ton pada pekan lalu, arus masuk terbesar sejak Januari. Kondisi

tersebut memaparkan investor institusional belum sepenuhnya

tersebut memaparkan investor institusional belum sepenuhnya meninggalkan

posisi bullish emas.

Namun,

sejumlah analis memperingatkan bahwa kenaikan emas

sejumlah analis memperingatkan bahwa kenaikan emas mungkin sudah terlalu cepat

untuk langsung kembali menuju rekor tertinggi. Risiko inflasi yang masih

persisten dan peluang suku bunga lebih tinggi dapat membatasi kenaikan dalam

jangka pendek. Fokus bursa kini tertuju

jangka pendek. Fokus bursa kini tertuju pada pidato Ketua The Fed Kevin Warsh

di Jackson Hole pada Jumat, yang berpotensi memberikan petunjuk lebih jelas

mengenai arah kebijakan moneter.

Analisis

Newsmaker: koreksi ke area US$4.590 menjelaskan peringkat mulai melakukan repricing

bagi risiko suku bunga setelah inflasi tetap tinggi. Selama gold mampu

mempertahankan area US$4.550–US$4.580, struktur bullish menengah

mempertahankan area US$4.550–US$4.580, struktur bullish menengah belum

sepenuhnya rusak. Namun, jika Warsh memberikan sinyal hawkish dan yield terus

naik, koreksi dapat berlanjut. Sebaliknya, nada yang lebih lunak dapat

menghidupkan kembali pembelian dan membawa emas

menghidupkan kembali pembelian dan membawa emas kembali menguji

US$4.650–US$4.700. (arl)

Sumber:

Newsmaker.id

Disclaimer: Artikel ini dikutip dari sumber berita untuk tujuan informasi. Segala keputusan investasi harus berdasarkan pertimbangan matang dan berkonsultasi dengan penasihat keuangan yang kompeten.

📈 Mulai Trading Sekarang

Bergabung dengan PT Bestprofit Futures — broker resmi Bappebti untuk perdagangan berjangka komoditi.

📰 Artikel bersumber dari sumber berita terpercaya • Diterbitkan oleh PT Bestprofit Futures

By IT EF