
Negosiasi AS-Iran Tekan Laju Dolar
Dolar AS bergerak melemah dan menyentuh level terendah dalam satu pekan pada perdagangan terbaru Jumat (10/7). Pelemahan ini terjadi saat Pasar mencermati kelanjutan pembicaraan antara Amerika Serikat dan Iran terkait kesepakatan damai permanen.
Bloomberg Dollar Spot Index sempat turun hingga 0,3% ke level terendah dalam sepekan sebelum memangkas sebagian pelemahannya. Tekanan terhadap Dolar juga sejalan dengan turunnya imbal hasil Obligasi Pemerintah AS tenor 10 tahun sebesar dua basis poin ke level 4,53%.
Yen Jepang menjadi salah satu mata uang yang mencatat Penguatan terhadap Dolar AS. USD/JPY sempat turun hingga 0,7% ke level 161,29, terendah sejak 6 Juli, setelah Menteri Keuangan Jepang Satsuki Katayama meminta dana pensiun nasional, termasuk GPIF, untuk meningkatkan Instrumen Investasi pada aset keuangan domestik.
Pernyataan tersebut dibaca Pasar sebagai sinyal bahwa Pemerintah Jepang ingin mendorong lebih banyak dana rumah tangga dan institusi masuk ke aset domestik. Kondisi ini berpotensi mendukung yen, meski USD/JPY kemudian bergerak stabil di atas level 161,60 dan masih naik sekitar 0,2% sepanjang pekan.
Dampaknya ke Market:
Untuk Dolar AS, pelemahan ini menunjukkan tekanan mulai muncul setelah imbal hasil Treasury turun dan Pasar melihat risiko geopolitik sedikit mereda. Jika negosiasi AS-Iran berlanjut positif, permintaan terhadap Dolar sebagai aset aman bisa berkurang.
Untuk yen Jepang, sentimen dari Pemerintah Jepang menjadi katalis positif. Jika dana pensiun benar-benar meningkatkan eksposur ke aset domestik, aliran dana bisa mendukung Penguatan yen dalam jangka pendek.
Untuk Emas, pelemahan Dolar dan turunnya yield AS seharusnya menjadi sentimen pendukung. Namun, ruang Penguatan Emas tetap bergantung pada ekspektasi suku bunga The Fed dan perkembangan harga Energi Fosil.
Untuk rupiah dan aset Asia, Dolar yang melemah bisa menjadi kabar positif. Tekanan terhadap mata uang emerging market berpotensi mereda, meski investor masih akan mencermati arah yield AS, konflik Timur Tengah, dan sentimen global terhadap aset berisiko.(yds)
Sumber: newsmaker.id
Panduan Analisis Pasar Keuangan
Untuk sukses dalam trading dan investasi, penting untuk memahami berbagai alat analisis yang tersedia:
Analisis Fundamental
Analisis fundamental melibatkan studi mendalam tentang kondisi ekonomi, kebijakan moneter, dan faktor makro yang mempengaruhi Pasar. Tools seperti kalender ekonomi dan laporan fundamental menjadi kunci.
Analisis Teknikal
Analisis teknikal menggunakan data harga historis dan volume untuk memprediksi pergerakan masa depan. Indikator seperti moving average, RSI, dan MACD sering digunakan oleh trader.
Manajemen Risiko
Implementasi manajemen risiko yang tepat, termasuk position sizing dan stop-loss, sangat penting untuk keberlanjutan trading dalam jangka panjang.
