
Minyak Anjlok saat AS dan Iran Lanjutkan Perundingan
Harga Minyak ditutup melemah pada Jumat (10/7) setelah Amerika Serikat dan Iran diperkirakan tetap melanjutkan perundingan, meskipun serangan terbaru kembali memanas dan menekan kesepakatan gencatan senjata kedua negara.
West Texas Intermediate atau WTI turun 0,9% dan ditutup di level US$71,41 per barel di New York. Meski melemah pada perdagangan terakhir, Minyak acuan AS tersebut masih mencatatkan kenaikan sekitar 4% sepanjang pekan.
Sementara itu, Minyak Brent untuk kontrak September turun 0,4% dan ditutup pada US$76,01 per barel. Pasar sempat memangkas kerugian sebelum kembali tertekan setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa gencatan senjata telah berakhir.
Trump juga mengonfirmasi bahwa pembicaraan antara pihak-pihak yang bertikai tetap akan dilanjutkan. Seorang pejabat AS mengatakan diskusi teknis masih berlangsung, sementara delegasi Qatar dilaporkan telah tiba di Iran untuk membantu proses diplomasi.
Badan Energi Internasional atau IEA memperingatkan bahwa kembali meningkatnya konflik antara AS dan Iran berisiko menghambat upaya pemulihan persediaan Minyak global yang telah menurun. Kekhawatiran juga meningkat karena lalu lintas kapal tanker melalui Selat Hormuz turun signifikan.
Data pelacakan kapal menunjukkan aktivitas pelayaran di Selat Hormuz masih terbatas setelah nyaris terhenti pada Kamis. Sedikitnya dua kapal tanker Minyak berukuran besar dilaporkan melintasi jalur tersebut pada Jumat melalui rute yang mendapat perlindungan Amerika Serikat.
Di tengah ketegangan tersebut, Uni Emirat Arab meningkatkan produksi Minyak mentahnya ke level tertinggi sepanjang masa pada bulan lalu. Langkah itu menunjukkan upaya Abu Dhabi menjaga aliran energi kawasan tetap berjalan di tengah konflik.
Analis energi TP ICAP Group, Scott Shelton, menilai pergerakan harga menunjukkan bahwa Pasar belum memperkirakan konflik akan berlangsung lama. Namun, ia mengingatkan bahwa prospek keseimbangan pasokan dan permintaan Minyak dapat terlihat semakin lemah setelah perang berakhir.(mrv)*
Sumber : newsmaker.id
Analisis Komprehensif Pasar Minyak
Pasar Minyak dunia mengalami dinamika yang kompleks dipengaruhi faktor supply-demand, geopolitik, dan kebijakan energi global.
Faktor Penentu Harga Minyak
- Kebijakan OPEC+: Kuota produksi dari kartel Minyak mempengaruhi supply global.
- Data Inventori AS: Laporan mingguan EIA menjadi indikator penting demand.
- Tensi Timur Tengah: Stabilitas kawasan produsen Minyak utama.
- Permintaan Global: Pemulihan ekonomi pasca-pandemic mempengaruhi konsumsi.
Panduan Analisis Pasar Keuangan
Untuk sukses dalam trading dan investasi, penting untuk memahami berbagai alat analisis yang tersedia:
analisis fundamental
Analisis fundamental melibatkan studi mendalam tentang kondisi ekonomi, kebijakan moneter, dan faktor makro yang mempengaruhi Pasar. Tools seperti kalender ekonomi dan laporan fundamental menjadi kunci.
Analisis Teknikal
Analisis teknikal menggunakan data harga historis dan volume untuk memprediksi pergerakan masa depan. Indikator seperti moving average, RSI, dan MACD sering digunakan oleh trader.
Manajemen Risiko
Implementasi manajemen risiko yang tepat, termasuk position sizing dan stop-loss, sangat penting untuk keberlanjutan trading dalam jangka panjang.
