Thursday, 22 October 2026 Terdaftar & diawasi Bappebti · Anggota BBJ & KBI
BESTPROFIT SURABAYA NEWS Surabaya · Pialang Berjangka
Info Pasar
Harga & data pasar diperbarui resmi di situs korporat
Data harga real-time → Sumber resmi · bukan ajakan transaksi
NEWS

Dolar Menuju Kenaikan Dua Pekan Beruntun Pasca Data AS

Dolar Menuju Kenaikan Dua Pekan Beruntun Pasca Data AS

Dolar melemah tipis namun tetap berada di jalur kenaikan pekan kedua berturut-turut terhadap mata uang utama pada Jumat (26/9), setelah data terus menunjukkan ketahanan ekonomi AS yang dapat mempersulit upaya Federal Reserve untuk memangkas suku bunga.
Dolar turun 0,1% ke 149,65 terhadap yen Jepang, masih di jalur kenaikan lima pekan berturut-turut dan diperdagangkan dekat level tertinggi sejak 1 Agustus.
Euro naik 0,17% ke $1,16845, namun tetap menuju penutupan mingguan yang lebih rendah, menghentikan reli tiga pekan beruntun.
Data AS Mengurangi Harga Risiko Pemangkasan suku bunga The Fed
Belanja konsumen AS yang mencakup lebih dari dua pertiga aktivitas ekonomi naik 0,6% pada Agustus, sedikit di atas perkiraan ekonom 0,5% menurut jajak pendapat Reuters.
Indeks Harga PCE (ukuran inflasi pilihan The Fed) naik 0,3% bulan lalu, sejalan dengan ekspektasi, menurut data Departemen Perdagangan AS.
Sementara kata John Velis, ahli strategi FX dan makro Amerika di BNY di New York. “Saya rasa cukup jelas bahwa data ekonomi yang lebih kuat telah meredam pricing pemangkasan suku bunga The Fed, yang pada gilirannya mempersempit diferensial suku bunga dengan negara lain dan mendorong Dolar lebih tinggi,”
Indeks Dolar yang mengukur greenback terhadap sesejumlah mata uang termasuk yen dan euro turun 0,17% ke 98,33, tetapi masih di jalur kenaikan pekan kedua.
Imbal hasil Obligasi 2-tahun—yang biasanya sejalan dengan ekspektasi suku bunga The Fed—naik 0,2 bps ke 3,666%.
Data pada Kamis menunjukkan PDB AS direvisi naik menjadi 3,8% (April–Juni), melampaui perkiraan.
Dolar turun 0,08% ke 0,799 terhadap franc Swiss, namun masih menuju penutupan mingguan yang lebih tinggi, mengakhiri enam pekan penurunan beruntun.(yds)
Sumber: Reuters

Sumber

Artikel ini mengutip laporan newsmaker.id . Judul dan penyuntingan disesuaikan untuk pembaca Indonesia.

Peringatan Risiko

Perdagangan berjangka komoditi berisiko tinggi dan dapat menyebabkan kerugian melebihi dana awal. Materi ini bersifat informasi, bukan rekomendasi atau ajakan bertransaksi.

Berita Terkait

Mulai dari akun demo — tanpa risiko

Latih strategi dengan harga pasar sebelum membuka akun real.