Harga Minyak naik tipis pada Jumat (26/9) dan berada di jalur kenaikan mingguan lebih dari 4%, seiring serangan Ukraina terhadap infrastruktur energi Rusia mendorong Moskow membatasi ekspor bahan bakar.
Kontrak berjangka Minyak Brent naik 23 sen menjadi $69,65 per barel pada 12:55 GMT, sementara WTI AS menguat 33 sen ke $65,31 per barel.
“Geopolitical risk yang terus meningkat dalam dua bulan terakhir seiring intensifnya serangan drone Ukraina kini terealisasi menjadi kekurangan pasokan nyata—merugikan Eropa yang secara struktural kekurangan destilat,” ujar analis PVM Tamas Varga.
Kedua acuan tersebut menuju kenaikan terbesar sejak pertengahan Juni.
Rusia akan memberlakukan larangan parsial ekspor diesel hingga akhir tahun dan memperpanjang larangan ekspor bensin yang sudah ada, kata Wakil Perdana Menteri Alexander Novak pada Kamis. Penurunan kapasitas kilang membuat beberapa wilayah Rusia mengalami kekurangan untuk sejumlah jenis bahan bakar.
Peringatan NATO tentang respons atas pelanggaran lebih lanjut terhadap wilayah udaranya meningkatkan ketegangan perang di Ukraina dan memicu prospek sanksi tambahan terhadap industri Minyak Rusia, kata analis ANZ Daniel Hynes.
Dari sisi pasokan, ekspor Minyak mentah dari wilayah semi-otonom Kurdistan Irak ke Turki dijadwalkan dilanjutkan pada Sabtu, menurut tiga sumber yang mengetahui rencana tersebut kepada Reuters pada Jumat.(yds)
Sumber: Reuters

By IT EF