Wednesday, 4 November 2026 Terdaftar & diawasi Bappebti · Anggota BBJ & KBI
BESTPROFIT SURABAYA NEWS Surabaya · Pialang Berjangka
Info Pasar
Harga & data pasar diperbarui resmi di situs korporat
Data harga real-time → Sumber resmi · bukan ajakan transaksi
NEWS

Minyak Brent Anjlok ke US$106, Harapan Damai Iran Menguat

Minyak Brent Anjlok ke US$106, Harapan Damai Iran Menguat
Minyak Brent Anjlok ke US$106, Harapan Damai Iran Menguat

🏠 Beranda › Berita › Minyak Brent Anjlok ke US$106, Harapan D…

Oil

📅 2026-11-02   🕐 20:44   ⏱️ 1 menit baca   📰 Sumber: Newsmaker.id💬 WA📘 FB🐦 X

Harga minyak mentah Brent kembali mengalami tekanan pada perdagangan Senin (2/11/2026), dengan bergerak menuju area US$106 per barel setelah sejak lama mencatatkan penguatan tajam sepanjang Oktober. Pelemahan tersebut dipicu meningkatnya harapan penyelesaian diplomatik konflik Amerika Serikat dan Iran, yang mengurangi kekhawatiran kepada gangguan pasokan energi dunia. Perubahan kondisi pasar geopolitik mendorong pelaku peringkat mengurangi premi risiko perang yang sebelumnya menopang kenaikan harga minyak hingga mencapai level tertinggi dalam enam bulan.

Optimisme peringkat meningkat setelah muncul laporan bahwa Presiden Amerika Serikat Donald Trump ingin memberikan waktu lebih panjang bagi upaya diplomasi sebelum mempertimbangkan serangan militer lanjutan kepada Iran. Sementara itu, pembicaraan yang melibatkan Iran dan mediator Qatar terus berlangsung untuk mencari jalan keluar dari konflik berkepanjangan di Timur Tengah. Perkembangan tersebut menumbuhkan harapan bahwa risiko gangguan distribusi minyak melalui Selat Hormuz dapat berkurang. Meski demikian, belum tercapainya kesepakatan konkret membuat ketidakpastian pasokan energi tetap membayangi pasar.

Dari sisi fundamental, keputusan kelompok produsen minyak OPEC+ untuk mempertahankan target produksi Desember turut merupakan perhatian investor. Kebijakan tersebut memaparkan produsen utama masih berhati-hati menghadapi ketidakpastian pasokan dan permintaan internasional. Di sisi lain, penurunan harga minyak dapat memberikan dampak positif kepada prospek inflasi dunia karena biaya energi merupakan salah satu komponen penting dalam aktivitas produksi dan transportasi. Apabila penurunan berlangsung berkelanjutan, tekanan harga barang dan jasa berpotensi mereda sehingga memberikan ruang bagi bank sentral untuk mengevaluasi kembali kebijakan suku bunga ketat.

Memasuki pekan pertama November

Memasuki pekan pertama November, arah harga minyak kemungkinan tetap sangat sensitif kepada perkembangan konflik Timur Tengah, terutama menjelang pemilu sela Amerika Serikat pada 3 November. Investor masih mewaspadai kemungkinan meningkatnya kembali ketegangan militer apabila jalur diplomasi mengalami kebuntuan. Apabila perundingan menjelaskan kemajuan, harga Brent berpotensi melanjutkan koreksi bersamaan berkurangnya kekhawatiran gangguan pasokan. Sebaliknya, ancaman serangan baru atau terganggunya pengiriman minyak melalui Selat Hormuz dapat kembali mendorong kenaikan harga energi secara tajam.(CP)

Disclaimer: artikel ini dikutip dari sumber berita untuk tujuan informasi. Segala keputusan investasi harus berdasarkan pertimbangan matang dan berkonsultasi dengan penasihat keuangan yang kompeten.

📈 Mulai Trading Sekarang

Bergabung dengan PT Bestprofit Futures — broker resmi Bappebti untuk perdagangan berjangka komoditi.

📰 Artikel bersumber dari sumber berita terpercaya • Diterbitkan oleh PT Bestprofit Futures

📰 Sumber asli: newsmaker

Sumber

Artikel ini mengutip laporan newsmaker . Judul dan penyuntingan disesuaikan untuk pembaca Indonesia.

Peringatan Risiko

Perdagangan berjangka komoditi berisiko tinggi dan dapat menyebabkan kerugian melebihi dana awal. Materi ini bersifat informasi, bukan rekomendasi atau ajakan bertransaksi.

Berita Terkait

Mulai dari akun demo — tanpa risiko

Latih strategi dengan harga pasar sebelum membuka akun real.