Wednesday, 21 October 2026 Terdaftar & diawasi Bappebti · Anggota BBJ & KBI
BESTPROFIT SURABAYA NEWS Surabaya · Pialang Berjangka
Info Pasar
Harga & data pasar diperbarui resmi di situs korporat
Data harga real-time → Sumber resmi · bukan ajakan transaksi
NEWS

Minyak Kembali Menguat, Risiko Pasokan Timur Tengah Membayangi

Minyak Kembali Menguat, Risiko Pasokan Timur Tengah Membayangi
Minyak Kembali Menguat, Risiko Pasokan Timur Tengah Membayangi

🏠 Beranda › Berita › Minyak Kembali Menguat, Risiko Pasokan T…

Oil

📅 2026-10-21   🕐 13:08   ⏱️ 1 menit baca   📰 Sumber: Newsmaker.id💬 WA📘 FB🐦 X

Harga minyak kembali menguat pada perdagangan Rabu (21/10). Brent berada di US$110,39 per barel, sementara WTI mencapai US$100,92 per barel, setelah peringkat kembali memperhitungkan risiko gangguan pasokan dari Timur Tengah. Koreksi ini menjelaskan bahwa premi risiko geopolitik masih kuat meski di awal muncul harapan adanya kemajuan diplomasi AS-Iran.

Kekhawatiran pasokan meningkat setelah risiko kepada jalur pelayaran di sekitar Selat Hormuz dan Laut Merah kembali merupakan perhatian. Laporan terbaru menyebut sedikitnya 18 kapal telah mengalami serangan dalam dua pekan terakhir, sementara ancaman terhadap infrastruktur energi Arab Saudi turut memperbesar kekhawatiran bursa.

Situasi tersebut membuat market minyak kembali sensitif kepada setiap perkembangan konflik. Serangan kelompok Houthi yang berafiliasi dengan Iran terhadap sejumlah fasilitas di Arab Saudi juga menambah kekhawatiran mengenai keamanan infrastruktur energi kawasan, meski sejumlah klaim serangan belum dapat diverifikasi secara independen.

Di sisi lain, upaya diplomasi antara AS dan Iran masih merupakan faktor yang dapat membatasi kenaikan harga. Pertemuan pejabat Iran dan Pakistan di awal sempat memunculkan harapan kepada jalur negosiasi, tetapi laporan mengenai kesepakatan dalam waktu dekat kemudian diredam. Kondisi ini membuat investor masih sulit mengabaikan risiko gangguan pasokan.

Tekanan kepada pasokan juga diperkuat oleh penurunan persediaan minyak mentah AS. Data American Petroleum Institute memaparkan stok minyak mentah AS turun sekitar 4,9 juta barel dalam sepekan hingga 16 Oktober, memberikan tambahan dukungan terhadap harga minyak di tengah ketatnya kondisi market energi.

Ulasan Newsmaker: Fundamental minyak kini masih bullish tetapi sangat volatil. Selama serangan kepada kapal dan infrastruktur energi berlanjut, premi risiko berpotensi menjaga Brent di atas US$110. Namun, setiap perkembangan nyata menuju kesepakatan AS-Iran atau pemulihan arus pasokan dapat dengan cepat memangkas premi tersebut dan memicu koreksi harga. (asd)

Disclaimer: Artikel ini dikutip dari sumber berita untuk tujuan informasi. Segala keputusan investasi harus berdasarkan pertimbangan matang dan berkonsultasi dengan penasihat keuangan yang kompeten.

📈 Mulai Trading Sekarang

Bergabung dengan PT Bestprofit Futures — broker resmi Bappebti untuk perdagangan berjangka komoditi.

📰 Artikel bersumber dari sumber berita terpercaya • Diterbitkan oleh PT Bestprofit Futures
📖 Baca juga: Glossarium Trading

📰 Sumber asli: newsmaker

Sumber

Artikel ini mengutip laporan newsmaker . Judul dan penyuntingan disesuaikan untuk pembaca Indonesia.

Peringatan Risiko

Perdagangan berjangka komoditi berisiko tinggi dan dapat menyebabkan kerugian melebihi dana awal. Materi ini bersifat informasi, bukan rekomendasi atau ajakan bertransaksi.

Berita Terkait

Mulai dari akun demo — tanpa risiko

Latih strategi dengan harga pasar sebelum membuka akun real.