Harga Minyak Berbalik Turun, Pasokan Hormuz Kembali Pulih!

🏠 Beranda › Berita › Harga Minyak Berbalik Turun, Pasokan Hor…
Oil
Harga minyak mentah dunia berbalik merosot pada perdagangan Rabu (21/10/2026), setelah di awal sempat mengalami kenaikan akibat meningkatnya ketegangan geopolitik Timur Tengah. Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) turun menuju US$97 per barel, iring-iringan munculnya laporan bahwa aktivitas pengiriman minyak melalui Selat Hormuz tetap relatif kuat. Kondisi tersebut meredakan kekhawatiran kepada gangguan pasokan energi dunia, meskipun serangan terhadap kapal tanker dan fasilitas energi masih berlangsung di kawasan tersebut.
Ketegangan keamanan meningkat setelah Garda Revolusi Iran mengklaim ranjau laut telah menghentikan tiga kapal tanker yang melintasi jalur tanpa izin Teheran. Badan keamanan maritim Inggris, UK Maritime Trade Operations (UKMTO), juga melaporkan sebuah kapal terkena serangan di dekat Oman. Sementara itu, kelompok Houthi Yaman mengklaim serangan kepada fasilitas Saudi Aramco di Yanbu, ladang minyak Shaybah, serta sejumlah bandara Arab Saudi. Namun, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menyatakan bahwa pengiriman minyak melalui Selat Hormuz mulai mendekati tingkat sebelum perang. Data Kpler dan Vortexa turut menyiratkan peningkatan ekspor minyak Timur Tengah sejak musim panas, sehingga membatasi kekhawatiran market terhadap ancaman kekurangan pasokan.
Di sisi lain, investor masih menantikan laporan persediaan minyak resmi Amerika Serikat setelah American Petroleum Institute (API) mencatat penurunan stok minyak mentah sebesar 4,9 juta barel pada pekan sejak lama. Penurunan persediaan tersebut berpotensi memberikan dukungan kepada harga apabila dikonfirmasi oleh data pemerintah AS. Namun, kuatnya arus pengiriman minyak dari Timur Tengah merupakan faktor yang menahan kenaikan harga lebih lanjut. Koreksi minyak selanjutnya diestimasi akan bergantung pada perkembangan keamanan Selat Hormuz, kondisi pasokan internasional, serta perubahan persediaan minyak AS.
Point of View Newsmaker
Pelemahan harga minyak menuju US$97 menjelaskan bahwa bursa mulai lebih memperhatikan kondisi pasokan minyak yang sebenarnya dibandingkan ancaman geopolitik semata. Meskipun serangan kepada kapal tanker terus meningkat, kelancaran distribusi minyak melalui Selat Hormuz mengurangi kekhawatiran akan kekurangan pasokan dalam waktu dekat.(yds)
📈 Mulai Trading Sekarang
Bergabung dengan PT Bestprofit Futures — broker resmi Bappebti untuk perdagangan berjangka komoditi.
📰 Sumber asli: newsmaker
Panduan & Informasi Resmi
Sumber
Artikel ini mengutip laporan newsmaker . Judul dan penyuntingan disesuaikan untuk pembaca Indonesia.
Peringatan Risiko
Perdagangan berjangka komoditi berisiko tinggi dan dapat menyebabkan kerugian melebihi dana awal. Materi ini bersifat informasi, bukan rekomendasi atau ajakan bertransaksi.
